Proges Bandara NYIA Kulon Progo capai 35 persen

id bandara Kulon Progo

New Yogyakarta International Airport (Foto Antara)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Proyek Bandara New Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga pertengahan Februari 2019, sudah mencapai 35 persen dari keseluruhan proyek.

"Progres pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) secara keseluruhan baru mencapai 35 persen, tetapi untuk pembangunan terminal yang diprioritaskan beroperasi pada April mendatang sudah mencapai 69,7 persen," kata Senior Corporate Communication PT Angkasa Pura I Awaluddin di Kulon Progo, Minggu.

Ia mengatakan terminal Bandara NYIA dibangun di atas lahan seluas 12.900 meter persegi. Saat ini, proses pembangunan yang mencapai 69,7 persen terus dikebut. Kemudian, pembangunan sisi airside secara keseluruhan sudah mencapai 16 persen.

"Proyek pada pengoperasional minimun pada April nanti sudah sesuai target yang ditetapkan," katanya.

Seperti diketahui, area terminal dengan fix bridge dan area penumpang, saat ini sedang tahap perampungan. Sejumlah pekerja tengah mengerjakan pemasangan ubin, platform, instalasi listrik, dan hal teknis lainnya.

Begitupun di bagian landasan pacu pesawat sepanjang 3.250 meter dengan lebar 75 meter yang saat ini sudah memasuki tahap pengaspalan di beberapa titik. Secara paralel pembangunan apron dan taxiway juga tengah diselesaikan. Guna mempercepat pembangunan, AP 1 berencana menambah jumlah pekerja dari 4.800 menjadi 5.000 orang.

Sementara itu, Non Terminal Manager NYIA, Hendro Susanto mengatakan PT AP I akan menggunakan sebuah mobile tower sebagai pemandu lalu lintas udara sementara di NYIA dalam pengoperasian perdana pada April 2019 mendatang. Dipilihnya mobile tower karena tower navigasi atau biasa disebut tower Air Traffic Controller (ATC) di bandara yang berlokasi di kawasan bandara masih dalam tahap pembangunan.

"Saat ini untuk bangunan tower masih proses pembangunan, jadi untuk pengoperasian penerbangan International nantinya memakai satu mobile tower, AirNav yang menyediakan dan lokasinya di sisi apron sebelah barat," kata Hendro.

Ia memastikan fungsi mobile tower ini sama dengan tower ATC. Mobile tower sebelumnya pernah digunakan di Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu, pasca gempa yang mengguncang Kota Palu dan sekitarnya, pada 28 Oktober merobohkan tower ATC di bandara tersebut. Pemasangan mobile tower di NYIA rencannya akan dilakukan pada pertengahan Maret bersamaan proses verifikasi dari Direktorat Bandar Udara (DBU), terkait kesiapan fasilitas untuk operasional bandara pada April mendatang.

"Rencananya, mobile tower akan dipakai sampai November, sekaligus menunggu bangunan tower ATC bisa digunakan, lebih lanjut bisa tanyakan ke pihak AirNav," kata Hendro.

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar