UKM Yogyakarta lulus pelatihan peroleh bantuan laptop

id UKM, bantuan

Pelaku UKM di Kota Yogyakarta yang lulus pelatihan memperoleh bantuan laptop dan komputer (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Sebanyak 40 usaha kecil mikro di Kota Yogyakarta yang berhasil menyelesaikan pelatihan memperoleh bantuan laptop dan komputer yang diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan manajemen usaha.

“Pada awalnya, ada sekitar 100 usaha kecil mikro (UKM) yang mengikuti pelatihan. Namun, tidak semuanya bisa menyelesaikan pelatihan dan hanya 40 yang kemudian ‘lulus’ serta memperoleh bantuan laptop dan komputer,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Lucy Irawati di Yogyakarta, Senin.

Menurut Lucy, pelatihan tersebut merupakan bagian dari “corporate social responsibility” PT HM Sampoerna yang kemudian menggandeng sebuah organisasi yaitu Business and Export Development Organization (BEDO) untuk menyelenggarakan berbagai pelatihan.

Lucy menambahkan, pelatihan tersebut sudah diselenggarakan sejak pertengahan 2018 dan peserta tidak hanya sekadar diminta menghadiri kelas saja tetapi juga memperoleh pendampingan dan diminta mengerjakan berbagai tugas.

“Ada banyak pekerjaan rumah yang diberikan kepada seluruh peserta setiap kali mengikuti pelatihan. Mungkin, karena waktu penyelenggaraannya cukup lama dan tugas yang diberikan berat, maka banyak pelaku UKM yang tidak menyelesaikan pelatihan hingga akhir,” katanya.

Lucy berharap, UKM yang sudah lulus pelatihan dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sehingga usahanya pun naik kelas.

Sementara itu, bantuan berupa laptop dan komputer secara simbolis diserahkan oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Yogyakarta Titik Sulastri kepada empat pelaku UKM yang bergerak di bidang usaha pembuatan manisan rempah-rempah, boneka rajut, eco printing, serta kuliner.

Titik berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh pelaku usaha dalam mendukung pengembangan usaha mereka.

Kegiatan yang sama, tidak hanya digelar di Kota Yogyakarta saja tetapi juga pernah diselenggarakan di beberapa wilayah di Jawa Timur seperti Pasuruan dan Banyuwangi.

Salah satu pelaku usaha yang memperoleh bantuan, Abdul Aziz Hakim mengatakan akan memanfaatkan laptop yang diperoleh untuk mendukung manajemen dan administrasi usaha.

“Dalam pelatihan, kami juga memperoleh materi ini. Tentunya, saya pun masih perlu banyak belajar,” katanya yang bersyukur memperoleh laptop sehingga tidak perlu membelinya.

Aziz memiliki usaha membuat manisan dari berbagai rempah-rempah di antaranya dari jahe merah, jahe emprit, jahe gajah, kencur, temulawak, kunyit, lengkuas, temu mangga dan akan segera meluncurkan produk baru yaitu madu yang dicampur bawang putih lanang.

“Nama produk kami adalah Mas Ponjo. Melalui produk ini, masyarakat bisa menikmati empon-empon dengan cara yang lain dari biasanya. Masyarakat tidak hanya menikmati empon-empon dalam bentuk jamu tetapi bisa dibuat seperti manisan kering,” katanya.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar