Bantul akan inventarisasi kios pedagang di kawasan Pantai Parangkusumo.

id pantai parangkusumo

Sejumlah abdi dalem Keraton Yogyakarta membawa sesaji untuk dilarung saat prosesi Labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (16/4). Prosesi Labuhan tersebut merupakan bentuk puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta bagian dari rangkaian peringatan Tingalan Dalem Jumenengan atau bertahtanya Sri Sultan HB X sebagai Raja Keraton Yogyakarta. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/18.

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan melakukan inventarisasi keberadaan kios-kios atau tempat untuk berjualan pedagang di wilayah Pantai Parangkusumo Parangtritis sebagai bagian dari penataan kawasan pantai selatan. 
     
"Kita punya komitmen untuk menata kawasan pantai, termasuk kami dari pemda sedang inventarisasi terkait kios-kios di Parangkusumo yang selama ini mangkrak," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Kamis.
       
Menurut dia, inventarisasi kios-kios di kawasan Pantai Parangkusumo itu guna melihat sejauh mana kegiatan ekonomi di kawasan wisata tersebut, selain itu sebagai bagian dari upaya pemda untuk bisa meramaikan kawasan tempat pedagang berjualan.
     
"Kami akan mencoba mengalihkan beberapa kegiatan di Parangkusumo, harapannya di sana (Parangkusumo) mulai ramai dan tempat parkirnya (kendaraan wisatawan), di utara agar nanti dekat kios sehingg kiosnya 'hidup'," katanya.
       
Kwintarto mengatakan, sebab menurut analisisnya, kios-kios pedagang di Parangkusumo tidak 'hidup' atau sepi pengunjung itu karena tempat parkir kendaraan wisata di selatan dekat dengan pantai, sehingga tidak didatangi wisatawan. 
     
"Persoalan kios tidak hidup itu karena parkirnya di utara dan orang (wisatawan) cenderung ketika parkir terus ke pantai dan setelah selesai kemudian pulang, tidak ke utara, ini yang sedang kita arahkan ke sana," katanya.
     
Namun demikian, kata dia, dalam melakukan penataan kawasan pantai selatan secara keseluruhan termasuk meningkatkan daya tarik wisata di pantai akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan anggaran daerah. 
     
"Butuh biaya yang besar dan keuangan Bantul tidak memadai dalam waktu beberapa tahun, kecuali ada campur tangan dari provinsi atau pusat untuk bisa membantu anggaran agar bisa lebih cepat, dan memang tidak mudah," katanya.
       
"Insya Allah mulai Maret ini kita akan sosialisasi terkait rencana penataan kami, namun sebenarnya kalau pendekatan ke masyarakat sudah tahun lalu, sudah komunikasi terkait rencana kegiatan apa di sana," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar