Dewan Pers: pers berperan tentukan kualitas Pemilu 2019

id pers,pemilu

Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi memberikan paparan tentang peran pers dalam Workshop Pemilu 2019 bertajuk "Masyarakat Pers Mengawal Pemilu yang Demokratis dan Bermartabat yang digelar Komenkominfo dan PWI di Yogyakarta, Kamis. (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dewan Pers menilai insan pers memiliki peran sebagai salah satu entitas penentu kualitas Pemilu 2019 melalui pemberitaan yang berkualitas sesuai dengan etika jurnalistik.

"Untuk itu pers perlu selalu diingatkan agar tetap mengacu etika jurnalistik dan bijaksana dalam memproduksi berita menjelang Pemilu 2019," kata Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi dalam Workshop Pemilu 2019 bertajuk "Masyarakat Pers Mengawal Pemilu yang Demokratis dan Bermartabat" di Sleman, Yogyakarta, Kamis.

Menurut Jimmy, melalui pemberitaan yang sesuai dengan etika jurnalistik masyarakat akan terbantu untuk memutuskan pilihan secara cerdas pada Pilpres dan Pileg mendatang sehingga akan menghasilkan pemilu dan hasil pemilu yang berkualitas.
 
"Jadi bukan hanya pemilu yang berkualitas tetapi juga hasil pemilu yang berkualitas," kata dia.

Ia mengatakan setiap pemberitaan yang disajikan insan pers khususnya tentang dinamika politik  yang berkembang saat ini memiliki implikasi terhadap kondisifitas keamanan di tengah masyarakat menjelang Pilpres 2019.
 
Jimmy berharap pers ikut mengedukasi masyarakat tentang prosedur pemungutan suara yang benar. Oleh sebab itu, ia juga berharap berita-berita yang disodorkan kepada masyarakat bukan hanya didominasi tentang pertarungan politik antarkubu pasangan calon presiden dan wakil presiden.
 
"Saat ini seolah-olah pemberitaan hanya berisi pertarungan kata-kata antara kubu nomor satu dan dua. Padahal pemilu 2019 ini bukan hanya untuk memilih 2 pasangan calon presiden saja, masih ada pemilu legislatif juga," kata dia.

Karena memegang peran menentukan kualitas pemilu, awak media, kata dia, juga harus memegang prinsip imparsialitas atau tidak berpihak dalam memberitakan berbagai aspek mengenai dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.
   
"Media jangan sampai 'berselingkuh' terhadap partai politik atau pasangan calon tertentu. Selain itu juga jangan sampai memuat kampanye terselubung melalui pemberitaan," kata dia.

Workshop tentang pemilu yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) itu diikuti ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa dan insan pers di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar