Logo Header Antaranews Jogja

KPU libatkan kepolisian menjaga proses rakit kotak suara

Kamis, 21 Februari 2019 20:50 WIB
Image Print
Perakitan kotak suara untuk pemilihan DPRD kabupaten di gudang KPU Bantul (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antaranews Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yoyakarta melibatkan personel kepolisian setempat untuk melakukan penjagaan dan pengamanan dalam proses perakitan kotak suara Pemilu 2019 di setiap gudang logistik.

"Iya, dalam tahapan perakitan kotak suara ini ada penjagaan selama 24 jam, setiap gudang itu ada 10 personel kepolisian," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul Didik Joko Nugroho di Bantul, Kamis.

Menurut dia, dalam tahapan perakitan kotak suara sebanyak 15.200 kotak untuk 3.040 tempat pemungutan suara (TPS) se-Bantul dan sebanyak 459 kotak suara untuk rekapitulasi di seluruh 17 kecamatan se-Bantul dilaksanakan di empat gudang tempat yang berbeda.

Gudang tersebut adalah gudang yang ada di halaman Kantor KPU Bantul, kemudian gudang di Jalan Srandakan Pandak, gudang di wilayah Code Desa Trirenggo dan gudang yang disewa KPU di wilayah Desa Panggungharjo Sewon.

"Jadinya empat gudang, untuk penjagaan dari kita (KPU) ada dua orang, kalau yang dari kepolisian itu (di bawah) polres, walaupun teknisnya (personel) gabungan," katanya.

Menurut dia, pemilihan empat gudang logistik tersebut sudah memperhatikan dua aspek yaitu dari sisi letak dan akses yang strategis, misalnya gudang di Pandak maupun di Sewon itu berada di tepi jalan raya, kemudian dari sisi pengamanan polisi yang mudah.

"Paling tidak dua hal itu, kemudian juga atas pertimbangan dari kepolisian karena kepolisian melekat dalam pengamanan, jadi sepanjang logistik sudah masuk di gudang termasuk sortir lipat surat suara ada pengamanan dari kepolisian," katanya.

Proses perakitan kotak suara sendiri, kata dia, sudah dilakukan sejak pertengahan Februari ini yang dimulai dari kotak suara untuk pemilihan anggota DPRD kabupaten, kemudian pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan DPR RI, DPD dan DPRD provinsi.

Pihaknya menargetkan, semua kotak suara Pemilu 2019 sebanyak 15.200 kotak (untuk TPS) dan 459 kotak (untuk rekap di PPK) yang dilakukan secara berturut-turut bergantian di empat gudang tersebut dapat selesai selama 14 hari atau hingga akhir Februari.

"Tidak ada perbedaan dalam pengamanan rakit kotak Pilpres, karena kotaknya kan sama, kalau potensi kerawanan tidak ada, dan memang tenaga rakit yang kita pakai sudah pengalaman, sudah biasa kita pakai sebelumnya," kata Didik.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026