Pemkab galakan PSN karena kasus DBD meningkat

id Gerakan PSN,DBD

Petugas Dinkes Sleman memeriksa bak mandi warga dalam gerakan PSN. (Foto Antara/Humas Sleman) (Antara)

      Kulon Progo, (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggalakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk secara serentak karena kasus Demam Berdarah Dengue mengalami kenaikan drastis tahun ini.
    Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Baning Rahayujati di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan kasus DBD pada awal 2019 meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 16 kasus.
    "Hingga saat ini sudah ada 36 kasus DBD di Kulon Progo. Untuk menekan kasus DBD, kami intensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," kata Baning.
    PSN merupakan upaya membersihkan tempat yang berpotensi menjadi genangan air yang akan digunakan nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak. Sekali bertelur, seekor nyamuk bisa menghasilkan hingga 400 telur.
    "Adapun jangka waktu dari telur menetas hingga menjadi nyamuk dewasa mencapai satu minggu," katanya.
    Selain menggencarkan PSN, Dinas Kesehatan Kulon Progo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana melakukan PSN yang benar, serta mendistribusikan larvasida atau abate secara geratis.
     Lebih lanjut, Baning mengatakan "fogging" atau pengasapan hanya akan dilakukan pada daerah-daerah yang sudah nyata terjadi penularan. "Fogging" dilakukan untuk memutus secara cepat nyamuk, karena "fogging" hanya efektif pada nyamuk yang sudah terbang.
     "Setelah 'fogging' juga harus diikuti dengan PSN, dan untuk PSN ini yang tidak terjadi di Kulon Progo sehingga kejadian DBD itu hanya terulang di tempat-tempat yang sama. Dari hasil survei, nyamuk di wilauah tersebut sudah kebal dengan insektisida yang digunakan untuk 'fogging', sehingga kami berfikir ulang bagaimana agar tidak terjadi DBD di daerah yang sama,” katanya.
     Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo meminta Dinkes dan puskesmas segera melakukan penanganan jika ada laporan DBD di masyarakat.  
    "Dinkes dan puskesmas merupakan garda depan dalam penanggulangan DBD," katanya.
   Ia juga meminta Dinkes dan puskesmas menggelorakan gerakan 3M yaitu menguras, menutup, mengubur. Untuk menguras dilakukan seminggu sekali karena jentik akan menjadi nyamuk, membutuhkan waktu tujuh hari, mestinya membersihkan tempat air tidak lebih dari seminggu.
    "Gerakan 3M harus menjadi bagian gaya hidup masyarakat Kulon Progo untuk mencegah DBD," katanya. ***3***

Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar