Puluhan ulama di DIY deklarasi antihoaks

id Ulama,Hoaks

Puluhan ulama di DIY melakukan deklarasi antihoaks dengan dipimpin Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu. (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Puluhan ulama di DIY melakukan deklarasi antihoaks dengan dipimpin Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu.

Deklarasi itu dilakukan setelah acara Halaqah Ulama dengan tema "Merawat Ukhuwah Islamiyah, melawan Hoax dan Fitnah" yang dihadiri para ulama dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di DIY.

"Saya berharap apa yang dideklarasikan ulama-ulama kita dari DIY ini mendapat sambutan dan gema dari ulama seluruh Indonesia," kata Rommy seusai deklarasi.

Dalam poin deklarasi antihoaks itu, para ulama di DIY berkomitmen: pertama, melawan peredaran hoaks dan fitnah di media sosial, media online, maupun media konvensional lainnya.

Kedua, mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas dengan mengetahui setiap calon presiden dan calon wakil presiden serta partai politik peserta penilu pada 2019.

Ketiga, mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjaga persatuan dan kesatuan dengan moderasi beragama dan Islam wasatiyyah (tengah-tengah) yang menyatukan semua, yang merangkul bukan memukul, yang ramah bukan marah-marah.

Dengan deklarasi itu, Rommy berharap 53 hari  menjelang Pemilu para ulama di seluruh Indonesia dapat menyampaikan kampanye antihoaks dalam forum-forum jumatan, majelis ta'lim, atau forum lainnya yang mereka miliki.

Saat ini, kata dia, merupakan momentum bagi para ulama untuk turun gunung ikut mengampanyekan gerakan antihoaks dan fitnah yang saat ini telah meresahkan dan menyesatkan masyarakat.

Dengan upaya itu, ia berharap para ulama mampu membantu masyarakat menjadi pemilih cerdas pada Pemilu 2019.

"Bagi saya kiai ini adalah  tokoh yang masih dianut masyarakat terkait dengan seruan moral dan seruan antihoaks ini adalah seruan moral," kata Rommy.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar