Konsumsi miras 17 pekerja perkebunan teh di India meninggal

id minuman keras beracun

Anggota keluarga meratapi kepergian kerabatnya yang meninggal setelah menenggak minuman keras ilegal, di luar sebuah rumah sakit di Pelabuhan Diamond, sebuah kota sekitar 50 km sebelah selatan Kolkata, ibu kota Bengal Barat, Kamis (15/12). (FOTO ANTARA/REUTERS/Rupak De C)

Guwahati, India (ANTARA News) - Sedikitnya 17 pekerja perkebunan teh di India meninggal akibat mengkonsumsi minuman keras beracun setelah menerima upah mingguan, sedangkan 40 pekerja lainnya dalam kondisi kritis di rumah sakit. 

Kasus kematian tersebut muncul kurang dari dua pekan setelah lebih dari 100 orang tewas usai menenggak minuman keras beracun di India, demikian Reuters melaporkan.

Tujuh perempuan turut menjadi korban tewas di perkebunan yang terletak di Negara Bagian Assam, 310 kilometer dari ibu kota negara, Guwahati.

Dokter dari rumah sakit pemerintah di Golaghat, Dilip Rajbnonshi mengungkapkan bahwa kematian tersebut disebabkan oleh "minuman keras palsu."

Hampir 100 orang mengkonsumsi minuman keras pada Kamis. Mereka masih jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit, kata anggota parlemen daerah dari Partai Bharatiya Janata, Mrinal Saikia kepada Reuters.

Kematian akibat alkohol yang diproduksi secara ilegal, yang secara lokal dikenal sebagai minuman beralkohol atau minuman keras daerah, menjadi hal yang lumrah di India, karena banyak orang yang tidak mampu membeli minuman alkohol bermerek.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar