Polres Kulon Progo amankan pembuat uang palsu

id Uang palsu

ilustrasi ( ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/kye/17.)

Kulon Progo (ANTARA) - Kepolisian Resor Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengamankan tersangka AW,30, warga Pekalongan, Jawa Tengah, karena diduga sebagai pembuat uang palsu.

Kapolres Kulon Progo AKBP Anggara Nasution di Kulon Progo, Jumat, mengatakan bahwa penangkapan AW berawal dari penangkapan pasangan suami istri KN dan SM yang mengedarkan uang palsu dengan membelanjakannya di Pasar Tradisional Jagalan, Kalibawang, Selasa (26/2).

 "Kami menangkap AW di rumah kontrakannya di Pekalongan, Jeteng," kata Anggara.

Ia mengatakan dari tersangka AW, petugas  mengamankan barang bukti berupa 900 lembar uang palsu pecahan seratus ribu dan 100 lembar uang palsu pecahan lima puluh ribu. Selain itu, petugas satu set komputer meja, satu unit laptop, tiga unit printer beserta tinta printer berbagai warna, tiga lampu neon, enam screen sablon beserta tiga rachel sablon dan cat sablon berbagai warna. Selain itu polisi juga mengamankan tiga rim kertas resta, obat afdruk, kertas afdruk dan botol berisi serbuk fosfor untuk membuat tanda air pada uang palsu. "Kami juga menyita 203 lembar kertas yang sudah dicetak gambar uang palsu," katanya.

Anggara mengatakan AW merupakan residivis kasus yang sama di Slawi, Jawa Tengah, dengan hukuman dua tahun 11 bulan atau bebas pada November 2018.  AW merupakan pelaku profesional karena  uang palsu yang dicetak oleh AW memiliki berbagai kemiripan dengan uang asli.

 "Akibat perbuatannya, polisi bakal menjerat AW dengan Pasal 36 Ayat 3 juncto Pasal 26 Ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan Pasal 36 Ayat 2 juncto Pasal 26 Ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang subsider Pasal 55 KUHP," katanya.
Tersangka AW mengaku dirinya mencetak uang palsu berdasarkan pesanan. "Saya jual Rp1 juta untuk lima puluh lembar uang palsu pecahan seratus ribu atau senilai Rp5 juta," katanya. ***2***
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar