Belasan rumah di Bantul rusak terdampak angin kencang

id Angin kencang

Belasan rumah di Bantul rusak terdampak angin kencang

Ilustrasi, pohon tumbang akibat diterjang angin kencang menimpa rumah warga. (Foto ANTARA /Victorianus Sat Pranyoto.)

Bantul (ANTARA) - Bantul (Antaranews Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah(bpbd) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan, belasan rumah mengalami kerusakan karena terdampak hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat (1/3) siang hingga petang.

"Dampak dari kejadian hujan deras disertai angin kencang pada Jumat (1/3) diantaranya mengakibatkan rumah rusak ringan di 12 titik," kata Manager Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk di Bantul, Sabtu.

Kerusakan rumah pada bagian atap itu, selain disebabkan karena diterpa angin kencang saat hujan deras juga sebagian di tempat lain karena tertimpa pohon tumbang karena terdampak angin kencang itu.?

Berdasarkan laporan kejadian yang masuk ke BPBD hingga Jumat(1/3) malam, pukul 22.00 WIB itu, rumah rusak karena dampak angin kencang itu tersebar di beberapa kecamatan dengan dampak tertinggi di wilayah Banguntapan.

Namun demikian, kata dia, rumah yang rusak terdampak angin kencang itu masih bisa ditempati oleh para pemiliknya dan tidak mengungsi ke rumah atau tempat lain.?

"Pemilik tetap bisa menempati rumahnya, karena hanya rusak ringan saja. Khususnya di wilayah Banguntapan, pemerintah desa akan membantu dengan dana desa," katanya.

Menurut dia, hujan deras disertai angin kencang pada Jumat(1/3) itu mengakibatkan puluhan pohon tumbang di 50 titik, dua titik banjir luapan sungai serta satu titik gerakan tanah.?

"Kejadian tersebut meliputi enam kecamatan, yaitu Banguntapan, Kasihan, Bantul, Pajangan, Piyungan dan Sedayu. Kecamatan yang terkena dampak tertinggi adalah Banguntapan," katanya.

Selain merusak rumah di 12 titik, kejadian itu juga berdampak pada kerusakan ringan sebuah masjid, kemudian merusak baliho di dua titik, jaringan telepon di tiga titik, jaringan listrik serta kandang ayam milik warga.

Selanjutnya juga berdampak pada akses jalan di 12 titik, makam, sekolah, mobil masing-masing satu titik dan kerusakan talud di dua titik.

"Estimasi kerugian atau kerusakan diperkirakan mencapai Rp76 juta," kata Aka.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar