Kemenpar dan Pemkab Sleman tandatangani MoU pariwisata berkelanjutan

id Pariwisata berkelanjutan

Kemenpar dan Pemkab Sleman tandatangani MoU pariwisata berkelanjutan

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta serta Universitas Gadjah Mada Tanda menandatangani nota kesepahaman tentang Pengembangan Observatorium Pariwisata Berkelanjutan Di Kabupaten Sleman. (Foto Antara/Humas Sleman)

Sleman (ANTARA) - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta serta Universitas Gadjah Mada Tanda menandatangani nota kesepahaman tentang Pengembangan Observatorium Pariwisata Berkelanjutan Di Kabupaten Sleman.

"Penandatanganan tersebut dilakukan di Jakarta pada hari Kamis (28/02). Pendatanganan Nota Kesepahaman dilakukan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman, Bupati Sleman Sri Purnomo dan Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono," kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi di Sleman, Sabtu.

Menurut dia, ditandatanginya Nota Kesepahaman ini dimaksudkan sebagai dasar untuk melakukan sinergi atas tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata Republik, Pemkab Sleman dan UGM dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

"Selain itu, Nota Kesepahaman ini memiliki tujuan untuk pengembangan observatorium pariwisata berkelanjutan berdasarkan asas kesepahaman dan kemanfaatan bersama," katanya.

Adapun yang menjadi ruang lingkup dalam Nota Kesepahaman ini meliputi,  penyelenggaraan kegiatan dalam bidang pendidikan dan pelatihan,  penyelenggaraan kegiatan dalam bidang penelitian, penyelenggaraan dalam bidang pengabdian masyarakat dan penyelenggaraan kegiatan lain yang disepakati oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan Pemkab Sleman dan Universitas Gadjah Mada.

"Pelaksanaan penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan upaya untuk meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap pengembangan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, penguatan nilai-nilai sosial dan budaya, serta pelestarian lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009  tentang Kepariwisataan," katanya.

Ia mengatakan, kerja sama ini juga merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan dan memperkuat koordinasi dan bersinergi antara sektor pariwisata dengan pemerintah daerah dan akademisi dalam mendorong pengembangan observatorium pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Sleman.

"Penandatanganan ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2017 tentang perubahan Peraturan Presiden Nomor 64 tahun 2014 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Kepariwisataan," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar