Warga Tamantirto Bantul tanami pohon pisang jalan berlubang

id Pohon pisang

Batang pohon pisang ditanam di jalan berlubang ruas jalan Gatak Brajan, Tamantirto Bantul sebagai tanda agar tidak dilintasi kendaraan (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Bantul (Antaranews Jogja) - Warga Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menanami batang pohon pisang setinggi sekitar dua meter pada titik jalan yang berlubang di ruas Jalan Gatak, Brajan. 

Agus, salah seorang karyawan sebuah pabrik di dekat lokasi, Sabtu, mengatakan pohon pisang tersebut sengaja ditanam atas inisiatif warga setempat sebagai tanda agar tidak dilintasi kendaraan karena lubang yang cukup dalam.

"Khawatirnya kalau nggak ditanam pohon pisang nanti pengendara yang lewat dikira lubang dangkal. Padahal lubang lumayan dalam, sudah banyak yang terperosok," katanya ditemui di lokasi.

Berdasarkan pantauan di ruas jalan kabupaten yang ramai lalu lintas itu ada dua titik lubang dengan jarak kurang lebih 50 meter yang ditanami pohon pisang, itu karena berlubang dan terdapat genangan air usai diguyur hujan. 

Ia mengatakan, sebenarnya di dua titik jalan tersebut rusak dan berlubang sudah lama, tetapi diperparah dengan hujan deras yang mengguyur wilayah Bantul dan sekitarnya pada Jumat (1/3) siang hingga sore. 

"Ditanami pisang kemarin (Jumat) petang, saya kemarin ke sini sekitar pukul 17.00 WIB belum, tetapi tadi pagi sudah ada pohon pisang. Kemarin itu kan hujannya sangat deras, jadi (lubang) tergenang air," katanya. 

Agung, karyawan pabrik yang juga rekan Agus, mengatakan, mengaku sudah beberapa kali melihat banyak pengendara lewat, terutama sepeda motor yang jatuh karena terperosok lubang.

"Meskipun hanya luka ringan. Tapi itu sering terjadi. Makanya ditanami pisang, supaya jadi penanda, sehingga pengendara tidak terperosok lubang," katanya. 

Pantauan di lokasi, lubang tersebut panjangnya sekitar tiga meter dan lebar satu meter. Lubang yang tergenang air itu letaknya di pinggiran dan sedikit menjorok ke badan jalan.

Akibatnya, ketika ada kendaraan roda empat melintas dan saling berpapasan, satu di antaranya harus mengalah, begitu juga sepeda motor, ketika berpapasan dengan mobil, motor atau mobil harus menunggu giliran melintas. 

Setiap hari kendaraan roda dua, roda empat bahkan bus Trans Jogja melintas di jalan tersebut."Pada jam-jam tertentu padat kendaraan, harapannya jalan yang berlubang itu bisa segera ada perbaikan," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar