Disdikpora Gunung Kidul data kembali guru tidak tetap

id Guru tidak tetap

Kepala Disdikpora Gunung Kidul Bahron Rosyd (Foto Antara/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mendata kembali guru tidak tetap yang akan mendapatkan Surat Keterangan Bupati.

Kepala Disdikpora Gunung Kidul Bahron Rasyid di Gunung Kidul, Senin, mengatakan saat ini sedang dilakukan pendataan guru tidak tetap (GTT)  karena ada beberapa GTT yang sudah diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Kami melakukan pendataan kembali, karena ada GTT yang diterima CPNS, dan juga adanya proses rekuitmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPK," katanya.

Ia mengatakan turunnya peratruran presiden (perpres) terkait PPPK, ternyata PPPK untuk guru Eks K2 sehingga memerlukan pendataan kembali.

"Sebelum dibukanya CPNS dan juga PPPK jumlah GTT yang akan mendapatkan SK sebanyak 772, namun kuota tersebut berubah setelah Kabupaten Gunung Kidul mendapatkan 251 CPNS dibidang pendidikan," katanya.

Bahron mengatakan nanti GTT yang diberikan SK Bupati harus sesuai dengan formasi yang dibutuhkan, sehingga tidak ada tumpang tindih. GTT yang mendapatkan SK Bupati akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp600 ribu.

"Insya Allah pada bulan April mendatang kita kan mulai jalan," katanya.

Dijelaskannya, GTT yang akan mendapatkan SK Bupati harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya SK bupati disuatu sekolah harus ada formasi, lalu GTT memenuhi syarat akademis.

"Kami siapkan Rp600 ribu per orangnya semoga dengan berkurangnya sebanyak 251 kami bisa tambahkan anggarannya, untuk penambahannya akan kita lihat dulu kedepannya seperti apa," katanya.

Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunung Kidul Aris Wijayanto mengatakanmpihaknya saat ini berharap SK Bupati segera turun sebagai salah satu syarat perekrutan PPPK. "Kami sangat menunggu SK Bupati karena SK Bupati itu sebagai fungsi legalitas kami," katanya. 

Pewarta: Sutarmi
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar