KPU tidak gunakan surat suara asli dalam simulasi nasional

id KPU

KPU tidak gunakan surat suara asli dalam simulasi nasional

Pengawas memeriksa hasil setting sampul Pemilu di gudang KPU Bantul, DIY (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum tidak menggunakan surat suara asli dalam simulasi nasional proses pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan di Desa Guwosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Gambarannya simulasi nasional nanti sesuai dengan aslinya (pemilu), cuma untuk surat suara yang akan kita gunakan memang bukan asli," kata Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Muh Zaenuri Ikhsan di Bantul, Selasa.

Menurut dia, Yogyakarta telah ditunjuk KPU RI sebagai tempat pelaksanaan simulasi nasional pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019, kemudian oleh KPU DIY menetapkan TPS 02 Desa Guwosari, Pajangan, Bantul sebagai lokasi simulasi tersebut. 

Dia mengatakan, tidak menggunakan surat suara asli pada simulasi nasional yang direncanakan 9 Maret tersebut agar tidak terjadi pemetaan wilayah dengan pemilih mendukung peserta Pemilu tertentu, sebab simulasi langsung melibatkan para pemilih di TPS itu. 

"Karena kita khawatir nanti sudah ada pemetaan (kalau gunakan surat suara asli), jadi kita masih menggunakan surat suara dalam bentuk bukan aslinya, seperti spesimen mungkin nanti dengan bentuk buah atau apa," katanya.

Dia mengatakan, sebab dalam simulasi itu KPU ingin mengetahui masyarakat nantinya dalam mencoblos lima surat suara akan dilakukan berapa menit. Lima surat suara dalam Pemilu 2019 adalah surat suara Pemilihan DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR, DPD dan presiden dan wakil presiden.

"Jadi itu yang kemudian menjadi tujuan kami. Termasuk sampai nanti penghitungannya setelah mulai jam 13.00 WIB itu sampai jam berapa," katanya. 

Dia mengatakan, sebab di dalam regulasi maupun undang-undang terkait Pemilu, bahwa penghitungan suara hasil pemilu harus dilakukan pada hari dan tanggal yang sama dengan hari pemungutan dan dicatat pada saat itu juga. 

"Jadi kita target kalau bisa pukul 24.00 WIB sudah selesai proses penghitungannya, kalau kemudian menulis di form dan sebagainya itu soal lain karena hanya menyalin, tapi penghitungannya kalau bisa harapan kita selesai pukul 24.00 WIB," katanya. 

Dia mengatakan, dipilihnya Bantul sebagai lokasi simulasi nasional itu sesuai hasil diskusi semua KPU kabupaten/kota se-DIY, dan kemudian menetapkan TPS 02 Desa Guwosari Pajangan karena berbagai pertimbangan yang bisa disepakati semua pihak. 

"Awalnya ada pilihan beberapa, namun di Guwosari Pajangan dipilih karena terdapat DPTb dan pemilih disabilitas. Dari semua TPS, yang lebih representatif TPS 02 Guwosari, karena ada DPTb dari mahasiswa yang hanya dapat satu surat suara," katanya.***2***
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar