Gunung Merapi luncurkan guguran lava pijar ke Kali Gendol

id Lava merapi

Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (15/1/2019) dini hari. Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, volume kubah lava per Kamis (10/1) mencapai 439.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 3.400 meter kubik per hari. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.) (.)

Yogyakarta (ANTARA) - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat guguran lava pijar meluncur dari Gunung Merapi ke arah hulu Kali Gendol pada Sabtu (9/3).

Melalui akun Twitter resminya, BPPTKG  menyebutkan satu kali guguran lava yang memiliki jarak luncur 900 meter itu terpantau berdasarkan periode pengamatan melalui CCTV sejak pukul 06:00 WIB sampai pukul 18:00 WIB.

Sebelumnya, berdasarkan periode pengamatan melalui CCTV sejak Jumat (8/3) pukul 18:00 WIB sampai Sabtu (9/3) pukul 06:00 WIB, BPPTKG juga mencatat tujuh kali guguran lava pijar yang memiliki jarak luncur 400-900 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Berdasarkan analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang terakhir dirilis BPPTKG, volume kubah lava gunung api itu mencapai 461.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 1.300 meter kubik per hari.

Kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari.

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan dengan kejadian guguran awan panas guguran dengan jarak luncurnya semakin jauh, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG atau ke kantor BPPTKG.***3***
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar