BPBD sebut kejadian kebakaran di Bantul meningkat

id BPBD

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut kejadian kebakaran di daerah ini dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan jumlah seiring makin padatnya pemukiman penduduk.

"Tren kebakaran tentunya semakin tahun semakin meningkat dengan semakin padatnya pemukiman penduduk," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Selasa.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Pengendali Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul kasus kejadian kebakaran di Bantul pada 2018 sebanyak 208 kasus, sementara pada tahun sebelumnya menurut Dwi berkisar 70 sampai 80 kejadian kebakaran.

Selain meningkatnya pemukiman penduduk, kata dia, yang menjadi faktor naiknya kejadian kebakaran karena dampak meningkatnya teknologi yang tidak diimbangi dengan pemahaman masyarakat untuk menggunakannya dengan benar.

"Dengan semakin tingginya teknologi yang masyarakat masih belum paham terkait dengan pemakaian teknologi itu sendiri tentu saja jenis dan kejadian bencana akan semakin beragam dan meningkat," katanya.

Dia mengatakan, daerah yang menjadi lokasi terbanyak kejadian kebakaran, mayoritas wilayah dengan pemukiman padat penduduk. Kejadian kebakaran rata-rata menimpa rumah atau perabotan akibat kelalaian pemilik rumah itu sendiri.

"Daerah-daerah pemukiman itu rata-rata di daerah pemukiman padat penduduk, seperti Sewon, Banguntapan, Piyunyan dan Kasihan. Kalau daerah lahan biasanya di Piyungan, Dlingo itu sering terjadi kebakaran lahan," katanya.

"Itu bebebrapa lokasi yang jadi langganan kebakaran baik itu perumahan atau pemukiman, disamping itu semakin banyaknya perusahaan yang ada di Bantul tentu saja butuh 'safety' yang luar biasa," katanya.

Dwi mengatakan, sebagai lembaga penanggulangan bencana yang berumur delapan tahun, akan terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas BPBD untuk melayani masyarakat Bantul yang terkena bencana baik sebelum bencana, pada saat, maupun setelah bencana.

"Ini menjadi komitmen tekad kami untuk bersama sama masyarakat Bantul mewujudkan Bantul yang tangguh bencana, apapun jenis bencana itu kita bertekad untuk mewujudkan Bantul tangguh bencana," katanya.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar