Angin kencang terjang Sleman, 12 orang luka puluhan rumah rusak

id Angin kencang

Bupati Sleman Sri Purnomo meninjau daerah yang terdampak angin kencang di Kecamatan Pakem pada Rabu (13/3) sore. (Foto Antara/ Humas Sleman)

Sleman (ANTARA) - Bencana angin kencang melanda lima kecamatan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu sore hingga mengakibatkan puluhan pohon tumbang, puluhan rumah rusak dan 12 orang mengalami luka-luka.

Kelima kecamatan yang dilanda angin kencang tersebut yakni Kecamatan Pakem, Ngaglik, Ngemplak, Turi dan Kecamatan Kalasan.

Salah satu lokasi kejadian yaitu di Dusun Kledokan, Umbulmartani tepatnya di Jaakn Kaliurang Km 16 bahkan menyebabkan korban luka.

"Korban luka atas nama Haryanto warga Muntilan yang mengalami cidera pada kaki," kata anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Heru Asmara di lokasi kejadian.

Menurut dia, hujan mulai turun sekitar pukul 13.30 WIB, kemudian sekitar pukul 14.15 itu angin mulai bertiup kencang.

"Angin kencang merobohkan pohon Munggur dengan diameter 1 meter. Akibatnya pohon tersebut melintang jalan dan menutup akses kendaraan dan mengakibatkan tiga motor dan satu mobil rusak.

"Satu orang korban luka yaitu Haryanto kemudian kami larikan ke RS Panti Nugroho," katanya.

Heru juga mengatakan, angin kencang juga menerjang di daerah Pulowatu, Pakem yang mengakibatkan tujuh korban luka.

Angin kencang menyebabkan pohon kelapa tumbang dan menimpa satu bangunan rumah Joglo.

"Mereka saat kejadian sedang membangun rumah, lalu tertimpa pohon kelapa. Saat ini juga dirawat di rumah sakit," katanya.

Ia mengatakan, Jalan Kaliurang sempat ditutup dari sekitar pukul 14.30 hingga sekitar jam lima sore. Anggota TRC BPBD melakukan pemotongan pohon melintang dibantu anggota kepolisian. 

Pihaknya juga mengerahkan satu unit backhoe untuk melakukan evaluasi pohon yang melintang. Juga untuk mengevakuasi satu warung yang ikut terangkat saat kejadian angin kencang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman mengatakan, kejadian angin kencang tersebut mengakibatkan 12 orang luka-luka.

"Korban luka-luka semuanya mendapat perawatan di RS Panti Nugroho Pakem," katanya.

Selain itu, puluhan pohon di lima kecamatan tumbang serta mengakibatkan sejumlah rumah rusak berat, ringan dan sedang.

"Mayoritas kerusakan karena atap genteng maupun seng beterbangan," katanya. 

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Mlati Djoko Budiyono mengatakan saat hujan lebat kecepatan angin bisa mencapai di atas 20 knot atau di atas 36 km/jam.

"Dengan kategori hujan lebat mencapai 20 mm/jam," katanya.

Menurut dia, prediksi iklim pada Maret ini di DIY masih dalam kategori basah. Artinya, potensi hujan masih cukup tinggi terjadi dengan rata-rata hujan bulanan mencapai diatas 300 mm/bulan.

"Dari hasil analisa cuaca saat ini hingga 2-3 hari kedepan kondisi di DIY masih berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir," katanya.

Hal tersebut, kata dia, karena didukung dengan kondisi dinamika atmosfer dan laut yang memungkinkan potensi tersebut terjadi.

"Faktor pemicu karena munculnya tekanan rendah di Samudera Hindia dibarat Jawa/Sumatera dan utara Australia. Dengan kemunculan low pressure ini akan memberi dampak pada penguatan angin baratan atau monsoon Asia," katanya.***3***

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar