DLH Sleman lakukan gerakan bersih sungai di 17 aliran

id Bersih sungai

Aliran Sungai Code di Desa Sendangadi, Mlati, Sleman yang sudah banyak dipenuhi sedimen. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan melakukan gerakan bersih sungai di 17 titik aliran sungai dan mengajak masyarakat untuk turut serta dalam kegiatan tersebut.

"Sebagai daerah hulu dan merupakan kawasan resapan air, Sleman harus bisa menjaga kelestarian sungai. Sebab, hingga saat ini persentase bakteri e-coli di Sleman masih cukup tinggi sekitar 80 persen," kata Kepala Bidang Pegendalian dan Pencemaran Lingkungan DLH Kabupaten Sleman Purwoko di Sleman, Kamis.

Menurut dia, karena hampir semua sungai berhulu di Sleman maka masyarakat juga harus sadar untuk merawat dan menjaga kelestarian dan kebersihan sungai.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjaga kelestarian sungai. Salah satu caranya adalah dengan Program Kali Bersih (Prokasih)," katanya.

Ia mengatakan, Prokasih ini merupakan program tahunan. Meskipun program tahunan, namun tetap harus terus melibatkan masyarakat setempat. 

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan menyelesaikan persoalan lingkungan sungai tanpa kerja sama dengan masyarakat," katanya.

Purwoko mengatakan, Prokasih ini juga harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat. Karena kesadaran dalam menjaga sungai menjadi penting untuk mewujudkan sungai yang bersih, sehat, dan lestari.

"Kegiatan bersih sungai salah satu upaya wujudkan kebersihan dan kelestarian sungai," katanya.

Ia berharap masyarakat selalu peduli sungai, bukan saja saat ada giat Prokasih, namun juga setidaknya setiap waktu giat bersih sungai bisa terus dilakukan.

"Sleman ini hulu sungai, jika tercemar kasihan yang di aliran bawahnya seperti Kota Yogyakarta atau Kabupaten Bantul," katanya.

Kegiatan Prokasih ini rencananya dilakuka di 17 titik sungai yang ada di Sleman. 

Ketua Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) AG Irawan mengatakan  apa yang digagas DLH Sleman tersebut   merupakan langkah positif, karena masyarakat diminta harus aktif.

"Tak masyarakat yang tinggal di pinggir sungai untuk ikut merawat dan melestarikan sungai, karena meskipun mengetahui membuang sampah itu salah tapi mereka susah diedukasi, dan masih banyak yang tidak peduli," katanya.

Ia mengatakan, komunitas sungai di tiap titik sungai memiliki peran penting untuk mengajak warga agar ikut aktif dalam giat bersih-bersih sungai ini.

"Prokasih ini menggunakan pola kerja bakti dan pungut sampah. Khususnya sampah plastik yang masih banyak bertebaran, bahkan menumpuk di sungai," katanya.

Dengan turun langsung ke sungai, kata dia, setiap warga akan kian akrab  dengan sungainya.

"Mereka akan tahu kondisi sungai yang dekat rumah tinggalnya, khususnya keberadaan sampah plastik juga sumber pencemar lainnya," katanya.***1***


Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar