Tim Pokjanal DBD Sleman lakukan PSN di Ambarukmo

id Psn

Ilustrasi, Tim Pokjanal DBD Kabupaten Sleman melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah warga. (Foto Antara / Humas Sleman)

Sleman (ANTARA) - Tim Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Demam Berdarah Dengue (DBD) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengadakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Dusun Ambarukmo, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Jumat.

Kegiatan PSN tersebut dilakukan di 12 RT dengan jumlah rumah yang dimonitor sebanyak 226 rumah.

"Dari jumlah tersebut ada 32 rumah yang positif ditemukan jentik nyamuk. Maka Angka Bebas Jentik (ABJ) di Dusun Ambarukmo yakni sebesar 85,84 persen," kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr Novita Trisnaini, MPH.

Ia mengatakan, atas temuan ABJ tersebut warga di Dusun Ambarukmo diimbau untuk tetap waspada.

"Karena angka ABJ yang masuk dalam kategori aman ialah jika diatas 95 persen," katanya.

Menurut dia, upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah berkembang biaknya jentik nyamuk adalah dengan gerakan 3M Plus.

"Plus nya itu bisa dengan larvasida, bukan fogging. Karena banyak kerugiannya jika memakai fogging. Selain mahal, fogging juga hanya membunuh nyamuk dewasa, bahkan membunuh serangga yang bermanfaat lainnya," katanya.

Novita juga mengimbau supaya setiap rumah setidaknya memiliki satu orang Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Sehingga pengendalian jentik nyamuk dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

Dia juga berharap pemantauan jentik nyamuk tidak hanya dilakukan di dalam rumah saja, namun juga di pekarangan sekitar rumah.

"Karena juga banyak kita temukan jentik nyamuk itu ada di pot bunga, di kolam, dan genangan air lainnya yang ada di luar rumah," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan PSN tersebut rutin dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerja sama dengan beberapa pihak terkait guna menekan jumlah kasus DBD di Kabupaten Sleman.

"Hingga saat ini ada 218 kasus DBD di Kabupaten Sleman, dengan angka kematian 0," katanya.


Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar