Atap Pasar Turi Sleman jebol menjelang diresmikan

id Pasar Turi

Atap Pasar Turi Sleman jebol menjelang diresmikan

Atap Pasar Turi Sleman jebol diterjang angin kencang pada Rabu 13 Februari. Rencananya revitalisasi Pasar Turi akan diresmikan pada 21 Maret. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Atap Pasar Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, jebol akibat diterjang bencana angin kencang pada Rabu (13/3) menjelang diresmikan pada 21 Maret setelah selesai direnovasi.

"Jebolnya atap ini akibat diterjang angin kencang. Ini untuk yang kedua kali atap rusak karena diterjang bencana angin kencang," kata salah seorang pekerja renovasi Pasar Turi, Yono (47) yang ditemui saat memperbaiki kerusakan di Sleman, Jumat.

Menurut dia,  pada Jumat, 22 Februari, atap juga rusak dan jebol karena terdampak angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Turi.

"Dua kali peristiwa bencana angin kencang yang melanda daerah Turi mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada atap Pasar Turi. Pertama pada kejadian Jumat sore (22/2) sebanyak 36 asbes jebol. Sedangkan kejadian Rabu (13/3) atap Pasar Turi juga kembali jebol sebanyak16 asbes," katanya.

Salah seorang pedagang Pasar Turi Lestari Ningsih (54) mengatakan, pasar juga tidak setiap hari ramai aktivitas jual beli, karena kebanyakan para pedagang berjualan hanya saat hari Pasaran Kliwon dan Pahing yaitu hari pasar dalam penanggalan kalender Jawa.

"Tidak semua bagian pasar yang sudah ada sejak zaman Belanda masuk dalam rencana revitalisasi. Hanya bagian dalam pasar saja yang direhab," katanya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Haris Martapa mengatakan jika kerusakan Pasar Turi ini memang akibat bencana.

"Seluruh kerusakan akan diperbaiki sebelum pasar diresmikan. Kami sudah turunkan tim, sudah mulai diperbaiki," katanya.

Haris menjelaskan untuk target revitalisasi pasar di pada 2019 adalah Pasar Jambon, di Desa Sindumartani, Ngemplak. Pagu anggaran untuk revitalisasi sebesar Rp1,5 miliar.***1***



Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar