Delapan kecamatan di Gunung Kidul terkena bencana banjir

id Bencana banjir

Kantor wilayah Dinas Pendidikan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY, terendam banjir. (Dok Ist)

Gunung Kidul (ANTARA) - Sebanyak delapan kecamata di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terkena bencana tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sepanjang hari pada Minggu (17/3).

Kasi Kedaruratan Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Sapto Wibowo di Gunung Kidul, Senin, mengatakan sedikitnya ada 30 kejadian dari bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

"Sampai saat ini, kami masih melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan akibat bencana yang menerjang di Kabupaten Gunung Kidul," kata Sapto.

Adapun data sementara yang berhasil dihimpun dan laporan yang masuk, yakni bencana banjir meliputi kantor wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Purwosari, Jalan Raya Perempatan Semanu yang menyebabkan 11 KK rumahnya terendam, Jembatan Krapak di Desa Siraman (Kecamatan Wonosari), Jebatan Sungai Pacar 2 dan Pacar 3 di Kecamatan Panggang, Jalan Pasar Bintaos (Kecamatan Tepus), Gadungan di Desa Wonosari (akibat luapan Sungai Besole), Dungwanglu di Desa Banyusoco (Kecamatan Playen), Gedad di Desa Banyucoco mengancam 11 KK, SMP Negeri I Purowosari, Pandangan di Desa Banjarejo (Kecamatan Tanjungsari), SMK Negeri I Tanjungsari terendam banjir antara 1 meter hingga 1,5 meter.

Kemudian kandang ternak di Kecamatan Semanu terndam banjir, Jembatan Besari di Desa Siraman (Kecamatan Wonosari) yang disebabkan sungai meluap ke badan jalan dan pemukiman warga, Nogosari di Desa Dadapayu (Kecamatan Semanu) yang mengancam tiga KK, Jrakah di Desa Hargosari (Kecamatan Tanjungsari), Gadungsari di Desa Wonosari mengancam lima KK, sebanyak 15 Kios Nelayan Pantai Baron di Kecamatan Tajungsari terendam, 33 Kios Nelayan Pantai Kukup terendam banjir, Jembatan crossway Ngalang, pemukiman warga di Rejosari Kecamatan Tajungsari.

Selanjutnya, Kemorosari (Kecamatan Wonosari), Sanglor 2 Desa Girisoko (Panggang), Wonosobo (Tanjungsari) yakni tambak udang dan beberapa kios terencam, Tahunan (Palihan), Surulanang di Palihan.

"Kecamatan yang paling parah terkena banjir yakni Kecamatan Tanjungsari. Saat ini, air sudah surut, namun demikian kami masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan," kata Sapto.

Hujan pada Minggu (17/3) juga menyebabkan tanah longsor di beberapa lokasi, diantaranya longsoran tanah mengenai rumah warga di Ngembes di Desa Pengkok (Kecamatan Patut) dan tanggul TPI Baron (Tanjungsari).

Kemudian, bencana angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Srikoyo (Kecamatan Playen) dan pohon tumbang menimpa jaringan listrik di Ngunut (Karangmojo). 
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar