BBWSSO mulai tangani tanggul jebol Sungai Serang

id Banjir,BBSWSSO,Sungai Serang',Kulon Progo

Petugas gabungan evakuasi korban banjir. (Foto istimewa)

Kulon Progo (ANTARA) - Balai Besar Besar Wilayah Sungai Sungai Serayu Opak akan memperbaiki tanggul jebul Sungai Serang di Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai hari hingga empat hari ke depan, agar tidak mengancam 110 rumah warga di Dusun Bendungan Kidul,

Konsultan pengawas proyek revitalisasi proyek Sungai Serang BBWSSO Mujib di Kulon Progo, Senin, mengatakan saat ini tanggul Sungai Serang yang jebol sepanjang 30 meter dengan ketebalan lebih dari 1,5 meter, ketinggian lima meter.

"Kami berusaha menyelesaikan penanganan tanggul Sungai Serang secepatnya. Hari ini, kami melakukan pengukuran dan kalau bisa dilaksanakan perbaikan, kami akan langsung menerjunkan alat berat," kata Mujib.
BBWSSO meninjau lokasi tanggul jebol Sungai Serang di Dusun Bendungan Kidul, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA/Mamiek)
Ia mengatakan rencananya, penanganan tanggul Sungai Serang menggunan sistem sandbag, kemudian dipasang terpal, diberi patok, sembari  menunggu air surut, selanjutnya akan dilakukan penanganan lebih lanjut. Untuk sementara ditangani dengan sistem sandbag.

"Hari ini kami melakukan pengukuran untuk mengetahui kebutuhan material dan lainnya dalam penanganan tanggul jebol ini," katanya.

Direksi Proyek Revitalisasi Sungai Serang BBWSSO Johar Ismail mengatakan BBWSSO berencana membuatkan tanggul baru. Untuk sementara, penanganan tanggul dibuat tiang pancang untuk meminimalisir banjir.

Sekretraris Daerah (Sekda) Kulon Progo Astungkara mengatakan pemkab akan menaikan status kebencanaan dari ke status tanggap darurat bencana supaya dampak bencana banjir dan tanah longsor di Kulon Progo dapat ditangani dengan tuntas.
"Surat keputusan (SK) belum dikeluarkan, tadi pagi baru dirapatkan soal penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor," kata Astungkara.

Ia mengatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi, termasuk dengan BBWSSO, penanganan tanggul jebol Sungai Serang akan ditangani dalam waktu empat hari ke depan, dengan catatan tidak ada gangguan hujan yang cukup deras. Diharapkan selesai secapatnya.

Saat ini, Pemkab Kulon Progo masih memfokuskan penanganan pengungsi sebanyak 546 orang, yang terbagi di Cangkring 406 orang, 116 orang di Tayuban, 40 di Panjatan. Sebanyak 40 pengungsi di Panjatan digeser ke Stadion Cangkring.

"Itu menjadi prioritas penanganan Pemkab Kulon Progo. Selanjutkan prioritas kedua penanganan tanggul Sungai Serang yang jebol dan proritas ketiga penanganan tanah longsor di wilayah utara yang menutup akses jalan di beberapa titik," kata Astungkara.
 
Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kulon Progo, DIY, pada Sabtu (16/3) dan Minggu (17/3) menyebabkan empat kecamatan terendam banjir. Empat kecamatan tersebut, yakni Pengasih, Wates, Panjatan dan Temon. Kecamatan Wates paling parah terkenda dampak banjir, karena ada tanggul Jembatan Sungai Serang yang ada di Dusun Bendungan Kidul, Desa Bendungan, Kecamatan Wates.

Selain itu, bencana tanah longsor juga menerjang empat kecamatan di Kabupaten Kulon Progo yang ada di wilayah kawasan Bukit Menoreh, yang meliputi Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang. Sedikitnya ada 20 titik longsor yang menerjang rumah, menutup akses jalan hingga fasilitas umum. Saat ini, BPBD Kulon Progo masih melakukan pendataan lokasi longsor.***3*** 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar