BPBD Bantul berlakukan status siaga darurat

id BPBD Bantul

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto (mengenakan rompi) saat meninjau lokasi tanah longsor di Kedung Buweng Bantul (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah memberlakukan status siaga darurat menyusul banjir dan tanah longsor akibat hujan deras yang menguyur daerah ini pada Minggu (17/3) pagi hingga malam.

"Kalau terkait siaga darurat di Bantul sudah kita tetapkan status siaga darurat selama seminggu yang dimulai sejak Senin (18/3)," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Selasa.

Menurut dia, dengan status siaga darurat itu maka harapannya penanganan dan pengondisian wilayah yang terkena dampak banjir dan tanah longsor menjadi prioritas bersama agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.

Ia mengatakan, sebab dampak bencana banjir tersebut dirasakan masyarakat di 13 kecamatan atau 36 desa, sementara tanah longsor diantaranya terjadi di wilayah Kedung Buweng Desa Wukirsari yang menimpa beberapa rumah dan mengakibatkan korban jiwa.

"Siaga darurat itu untuk segala sesuatu untuk menangani dalam kondisi darurat, jadi mekanisme prosedur sesuai dengan posisi tanggap darurat. Kalau kita butuh bantuan keuangan melalui dana tidak terduga bisa kita pakai untuk kondisikan," katanya.

Status siaga darurat itu, menurut dia, juga sebagai kesiapsiagaan menghadapi kejadian bencana serupa atau minimal dampak yang diakibatkan bisa diminimalkan, mengingat potensi banjir akibat hujan deras diprediksi masih bisa terjadi.

"Kalau kita melihat situasi kondisi di Bantul ini kan posisi di wilayah hilir, mau tidak mau, suka tidak suka terkait bencana banjir pasti mana kala hujan serentak di seluruh DIY, dan yang terkena dampak paling parah tentu saja Bantul," katanya.

Dwi mengatakan, kalau yang turun hujan hanya wilayah Bantul saja dampak yang diakibatkan tidak seperti Minggu (17/3) kemarin, namun kalau wilayah Sleman dan Yogyakarta yang ada di utara Bantul hujan deras, maka Bantul terkena dampaknya.

"Jadi luapan air dari utara itu pasti meluapnya ke (sungai) Bantul, nah ini yang menjadi potensi terbesar di Bantul untuk bencana banjir," katanya.***3***
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar