Kondisi surat suara di KPU Sleman 99 persen baik

id Surat suara Pemilu

Ketua KPU Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi menunjukkan surat suara. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memulai proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2019 yang dipusatkan di GOR Pangukan, Sleman dengan melibatkan  352 orang, Rabu.

"Kondisi surat suara dapat kami katakan 99 persen dalam kondisi baik, memang ada temuan beberapa yang rusak seperti terdapat noda tinta, tinta mblobor, kusut, dan kelebihan kertas," kata Ketua KPU Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi di GOR Pangukan.

Menurut dia, seluruh surat suara yang sampai di KPU Sleman dipastikan masih dalam keadaan tersegel.

"Dalam proses pelipatan hingga pukul 12.00 WIB ditemukan tujuh surat suara dalam kondisi tidak sempurna. Kondisi tujuh surat suara itu ada yang ditemukan bercak, kusut dan kelebihan kertas. Jumlah tujuh ini hitungannya masih bisa ditolelir," katanya.

Ia mengatakan, surat suara yang tidak sempurna akan dipisah dan tidak digunakan saat pemilihan umum (pemilu).

"Harapannya jumlah surat suara yang cacat tidak bertambah. Kegiatan sortir dan melipat ini untuk menemukan surat suara yang rusak," katanya.

Trapsi mengatakan, surat suara yang rusak itu akan dimusnahkan. Namun teknisnya masih menunggu instruksi lebih lanjut.

"Dari temuan surat suara yang rusak ini nantinya akan kami buatkan berita acara dan kami pisah," katanya.

Ia mengatakan, saat ini jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Sleman mencapai 774.609 pemilih. Jumlah itu merupakan hasil penambahan dari Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Tahap 2 (DPT HP-2). 

Sehingga jumlah surat suara yang diterima berdasarkan DPTHP-2 + 2 persen sebanyak 3.950.510 lembar surat suara.

"Kemungkinan bisa bertambah puluhan ribu pemilih lagi," katanya.

Proses pelipatan surat suara ini, kata dia, ditargetkan selesai dalam waktu sepuluh hari, mulai dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

"Sebagian besar tenaga pelipat suara adalah para pemain lama. Artinya, mereka sudah pernah dan tahu mekanisme pelipatan surat suara sehingga waktu jadi lebih efisien," katanya.

Sementara itu, salah seorang tenaga sortir dan lipat surat suara Angen Lasmini (46) warga Triharjo, Sleman mengatakan tidak kesulitan dalam melipat surat suara.

"Tahun ini surat suara lebih besar dan sudah ada garis bantu untuk melipat. Dulu lebih rumit," katanya.

Lasmini mengatakan, dalam pekerjaan menyortir dan melipat surat suara ini dirinya mendapat upah Rp100 per lembar.

"Tetapi dari Rp100 tersebut dipotong Rp10, jadi hanya Rp90 per lembar yang diterima," katanya.***2***

 
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto

 
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar