KPU Kulon Progo tetapkan DPTB masuk 1.742 pemilih

id DPTB

KPU Kulon Progo tetapkan DPTB masuk 1.742 pemilih

KPU Kulon Progo, DIY, menggelar rapat pementapan DPTb Pemilu 2019. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tambahan Pemilu 2019 yang masuk sebanyak 1.742 pemilih, dan yang keluar 1.885 pemilih.

Ketua KPU Kulon Progo Ibah Muthiah di Kulon Progo, Kamis, mengatakan KPU Kulon Progo menutup pelayanan A5 pada 17 Maret, 16.00 WIB.

"Kami sudah tidak melayani pengurusan A5. Kalau ada pemilih dari luar daerah dengan membawa A5 dan mau menyoblos di Kulon Progo tetap dilayani sampai hari H, tapi kalau minta pengantar A5, kami sudah tidak melayani," kata Ibah.

Ia mengatakan jumlah Daftar Pemilih Tambahan Pemilu 2019 jumlah yang mengurus DPTb keluar, jumlahnya ada 570 orang. Artinya mereka masih berada di Kulon Progo dan akan keluar ketika pas pencoblosan. Sedang  yang sudah di luar Kulon Progo ada 1.315 orang. Total warga Kulon Progo yang akan memilih di luar sekitar 1.885 orang.

Selanjutnya, DPTB dari orang luar yang mau masuk ke Kulon Progo ada 446 orang. Jumlah yang sudah mengurus atau sudah masuk ke Kulon Progo ada 1.296 orang  sehingga total ada 1.742 orang. 

"Kami sudah mencermati A5 secara seksama," katanya.

Ibah juga mengingatkan peserta Pemilu 2019, memanfaatkan waktu yang hanya tinggal 27 hari lagi. "Kami berharap caleg dan parpol memanfaatkan sisa waktu secara optimal, sehingga pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan lancar," katanya,

Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kulon Progo Yayan Mulyana mengatakan minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan pindah memilih cukup tinggi. Jumlah itu dijaring melalui posko-posko yang  selenggarakan di setiap kecamatan, seperti di Proyek Panjatan, Pengasih, Wates dan Temon.

Di kawasan calon Bandara tidak signifikan, karena hanya ada dua orang. Yang paling banyak ada di kawasan Kampus UNY Wates dan Ponpes Haromain di Sentolo. Yang di Sentolo, orang luar mengurus di sini.

"Jumlah pencari A5 paling banyak di kawasan rumah sakit, karena saat ini sedang dalam pembangunan sehingga pekerjanya banyak orang luar Kulon Progo," kata Yayan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kulon Progo Ria Harlinawati meminta KPU Kulon Progo membedakan nama DPTb yang masuk ke Kulon Progo dengan yang keluar dari Kulon Progo, supaya dapat dibedakan DPTb yang benar-benar masuk Kulon Progo.

"Saat ini, penamaan DPTb yang masuk dan keluar sama. Jadi sedikit membingungkan dalam membacanya," katanya. ***2***
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar