DPRD kaji permohonan persetujuan hibah bekas SD

id DPRD Kulon Progo

DPRD kaji permohonan persetujuan hibah bekas SD

Panitia Khusus Hibah Bekas Gedung Sekolah Dasar DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, minjau bekas sekolah dasar negeri yang akan dihibahkan. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA) - Panitia Khusus Hibah Bekas Gedung Sekolah Dasar DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengkaji Surat Bupati Kulon Progo tentang Permohonan Persetujuan Pemindahtanganan dalam bentuk hibah atas 10 bangunan bekas SDN yang telah digabung.

Ketua Pansus Hibah Bekas Gedung Sekolah Dasar DPRD Kulon Progo Edy Priyono di Kulon Progo, Kamis, mengatakan gedung tersebut akan dihibahkan kepada pemerintah desa setempat untuk digunakan sebagai sarana kegiatan masyarakat.

"Dari hasil peninjauan di lapangan ke bekas SDN yang akan dihibahkan masih banyak persoalan, mulai dari belum memiliki rencana penggunaan hingga belum masuknya proposal pemanfaatan bekas SDN," kata Edy di sela-sela meninjau sekolah bekas SDN yang akan dihibahkan.

Menurut dia, bekas SDN yang akan dihibahkan pemerintah desa, kondisinya masih layak untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pemkab Kulon Progo mengusulkan 10 unit gedung belas SDN diibahkan ke pemerintah desa setempat. Sebanyak 10 bekas SD, yakni SDN Wahyuharo (Wahyuharjo, Lendah), SDN Senden (Sidorejo, Lendah), SDN Basparan (Gulurejo, Lendah), SDN Karangrejo (Karangwuni, Wates), SDN Sidowayah (Hargowilis, Kokap), SDN Tukharjo (Purwoharjo, Samigaluh), SDN Suroloyo (Gerbosari, Samigaluh), SDN Kalibawang II (Banjaroyo, Kalibawang), SDN Karangrejo (Pendoworejo, Girimulyo), dan SDN Tegalsari (Purwosari, Girimulyo).

Edy meminta pemerintah desa yang mendapat hibah bekas SDN, setelah aset diserahterinakan, segera melakukan rapat dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terkait pemanfaatnya.

"Kami berpesan supaya pemanfaatkan bekas SDN dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan dan kegiatan masyarakat," katanya.

Kabag Pemerintahan Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Wajiyo mengatakan pihaknya sudah mendapat permohonan lisan pemanfaatan bekas SDN Senden untuk Pengembangan Pondok Pesanttan Ngrukem Bantul.

Wajiyo juga mengaku karang taruna juga akan memanfaatkan bekas SDN Saden untuk usaha jamur tiram. Namun sampai saat ini, Pemerintah Desa Sidorejo belum menerima permohonan secara terulis, masih sebatas lisan.

"Kami juga tidak berani memberikan keputusan, karena kami belum mendapat serah terima bekas SDN Saden dari pemkab. Setelah kami secara menerima aset SDN Saden, kami akan segera merapatkanya dengan BPD untuk pemanfaatannya," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Wahyuharjo, Kecamatan Lendah, Didik Sukriyanto mengatakan sampai saat ini belum ada pengajuan pemanfaatan SDN Wahyuharjo, baik karang taruna, perorangan atau organisasi lainnya.

Selain itu, Pemerintah Desa Wahyuharjo juga belum memiliki rencana pemanfaatnya karena SDN Wahyuharjo merupakan langganan banjir.

"Kami belum ada rencana pemanfaatnya. Di sini setiap hujan deras, pasti banjir. Jadi kami bingung, mau dimanfaatkan untuk apa," katanya. ***3***

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar