Polres Kulon Progo siap amankan kampanye rapat umum

id Polres Kulon Progo

Ratusan personel Polres Kulon Progo, DIY, melaksanakan apel siaga pelaksanaan kampanye rapat umum dan media massa. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA) - Kepolisian Resor Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap mengamankan pelaksanaan kampanye rapat umum dan media massa di wilayah ini agar berlangsung aman, damai, sejuk, dan lancar.

Kapolres Kulon Progo AKBP Angara Nasution di Kulon Progo, Jumat, mengatakan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkominda) bersepakat mensukseskan Pemilu 2019 untuk melahirkan calon-calon pemimpin atau calon anggota legislatif, dan pimpinan nasional yang diharapkan bangsa, dengan tidak mementingkan kepentingan pribadi dan golongan, tetapi mengutamanan kepentingan nasional.

"Apel serentak TNI-Polri dengan sinergitas komponen lainnya untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kulon Progo," kata Anggara usai Apek Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Menghadi Pemilu 2019, Tingkatkan Sinergitas TNI-Polri dengan komponen lainnya guna mewujudkan kemdagri yang kondusif.

Ia mengatakan kegiatan pengamanan kampanye terbuka sendiri, TNI-Polri akan bersinergi menjaga kampanye sendiri. Polres Kulon Progo mendapat bantuan pengamanan 100 pasukan pemukul dari TNI yang di BKO bersama babinsa.

"Kemudian personel Polri yang disiapkan sebanyak 623 personel yang disiapkan dalam rangka pengaman kampanye, baik personel polres dan polsek," katanya.

Terkait pengawasan kampanye di media massa dan media sosial, lanjut Anggara, Polres Kulon Progo akan menerjunkan petugas cyber yang akan mengawasi situs-situs dimedia massa yang memuat postingan-postingan yang membuat mengganggu dan menyebabkan keresahaan masyarakat.

"Kalau ada, kami akan menindaklanjuti dan kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan bila terbukti," katanya.

Kemudian, pada pelaksanaan kampanye terbuka, Polres Kulon Progo akan melakukan pengamam secara konprehensif mulai dari pergerakan massa hingga ketertiban rute. "Kami mengutamakan ketertiban massa atau simpatisan parpol sehingga tidak menimbulkan kerawanan daerah lain," katanya.

Anggara mengatakan potensi friksi atau gesekan antarsimpatisan hampir merapa di seluruh kecamatan di Kulon Progo. Namun pihakya akan mengkoordinasikan dengan KPU, bawaslu dan parpol untuk mengantisipasi gesekan antarsimpatisan.

"Pada saat kampanya, jangan sampai bersinggungan dengan pihak lain. Lokasi kampanye akan diatur dengan baik, dan kalau kegiatan bersamaan diatur sedemikian rapi supaya tidak ada gesekan," katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kulon Progo Ria Harlinawati mnegatakan masa kampanye rapat terbuka rawan terhadap pelanggaran. Bawaslu akan lebih fokus pada sisi pelaksanaan, sedangkan keamanan menjadi kewenangan kepolisian bersama TNI.

"Yang rawan itu ketika ada kampanye terbuka, sedangkan sesuai jadwal juga ada kampanye lain yang memang sudah terjadwal," katanya. ***2***
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar