Bintang 'Game of Thrones' Emilia Clarke pernah terserang aneurisma otak

id emilia clarke

FILE PHOTO: 91st Academy Awards - Oscars Arrivals - Red Carpet - Hollywood, Los Angeles, California, U.S., February 24, 2019. British actress Emilia Clarke from "Game of Thrones" wears Balmain. REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo (Reuters.com)

Los Angeles (ANTARA) - Aktris 'Game of Thrones' Emilia Clarke pernah dua kali menderita aneurisma otak pada awal karirnya di televisi yang membuatnya yakin bahwa dirinya akan meninggal.

Clarke, 32, yang berperan sebagai Mother of Dragons Daenerys Targaryen di serial fantasi abad pertengahan tersebut, di Los Angeles, Kamis, bercerita tentang pengalamannya hampir mati dalam  esai pribadinya yang dia tulis di majalah New Yorker.

Esainya diterbitkan menjelang season terakhir "Game of Thrones" yang sangat dinanti-nantikan oleh fans setianya. Film itu  akan ditayangkan perdana di saluran kabel HBO pada 14 April.

Aktris Inggris tersebut mengatakan bahwa aneurisma otak pertamanya terjadi pada awal 2011 saat dia berumur 24 tahun, tidak lama setelah  selesai syuting season pertama "Game of Thrones". Aneurisma otak yang kedua terjadi pada 2013, setelah dia selesai syuting season ke-3.

Aneurisma otak adalah tonjolan di pembuluh darah yang bisa berakibat fatal jika pecah.

"Saat semua impian masa kecilku yang tampaknya menjadi kenyataan, aku hampir kehilangan akal sehatku dan nyawaku," tulis Clarke dalam esainya berjudul "Battle of My Life"

Operasi pembedahan otak yang dijalaninya membuatnya menderita afasia - sebuah kondisi yang  memengaruhi orang-orang yang menderita trauma otak yang membuat mereka mengalami masalah dalam berbicara.

"Aku dapat melihat kehidupanku pada masa depan, dan kehidupan itu tidak layak untuk dijalani," tulis Clarke. "Aku adalah seorang aktor; aku harus menghafal dialogku. Namun sekarang aku tidak dapat mengingat namaku sendiri," katanya seperti dikutip Reuters.

Kembali untuk syuting season kedua serial tersebut, Clarke berkata bahwa dia sering merasa sangat pusing dan lemah sehingga takut  akan meninggal. Dia meminum morfin untuk membantunya ketika diwawancarai oleh press.

Pada 2013, operasi kedua yang lebih ekstensif, memaksanya menginap di rumah sakit selama satu bulan karena rasa panik dan putus asa.

"Menjalani pengalaman ini untuk kedua kali membuat semua harapan hilang...aku sempat ingat bahwa aku semakin tidak yakin akan hidup," tulisnya.

Clarke berkata bahwa sekarang dirinya sangat sehat dan memutuskan untuk bergabung dengan SameYou,sebuah penggalangan dana untuk korban cedera otak yang dibantunya untuk berkembang.

"Ada sesuatu yang memuaskan, dan sangat beruntung, di  akhir 'Thrones'" tulisnya. "aku sangat senang berada disini untuk melihat akhir dari cerita ini dan awal dari apapun yang akan datang." (Panji Sulaksono/Nusarina)



 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar