Peserta Pemilu 2019 di Yogyakarta deklarasikan kampanye damai

id Kampanye, pemilu damai

Penandatanganan kesepakatan kampanye damai untuk Pemilu 2019 di Kota Yogyakarta yang diikuti peserta pemilu, penyelenggara dan pengawas pemilu. (Foto Antara/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Peserta Pemilu 2019 di Kota Yogyakarta bersama Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu setempat beserta tokoh dan elemen masyarakat lain mendeklarasikan kampanye damai sebagai upaya menjaga suasana di Yogyakarta tetap kondusif.

“Hingga saat ini, sekitar 80 persen tahapan pelaksanaan Pemilu 2019 sudah dilalui dan mulai Minggu (24/3) hingga 13 April akan dilakukan kampanye rapat umum. Harapannya, seluruh peserta pemilu dapat menjaga agar kondisi di Kota Yogyakarta tetap kondusif,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta Hidayat Widodo di Yogyakarta, Jumat.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga agar kondisi di Yogyakarta tetap kondusif adalah seluruh peserta pemilu mematuhi jadwal kampanye yang sudah ditetapkan. Jadwal kampanye di Kota Yogyakarta ditetapkan sesuai dengan jadwal kampanye di DIY sehingga diharapkan mampu mengurangi potensi gesekan di tingkat bawah.

Peserta pemilu dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu beserta seluruh partai politik koalisi akan mengawali kampanye mulai Minggu (24/3) dan Senin (25/3), diikuti pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut dua dan seluruh partai pendukung mulai Selasa (26/3) dan Rabu (27/3).

“Mereka akan memperoleh jadwal kampanye rapat terbuka setiap dua hari sekali secara bergantian. Selama tidak ada jadwal kampanye rapat terbuka, maka peserta pemilu dapat melakukan kampanye dalam bentuk lain namun disarankan tidak dalam bentuk pengumpulan massa meskipun rapat terbatas,” katanya.

Ia pun berharap agar seluruh peserta kampanye maupun simpatisan tidak melakukan kampanye hitam, penyebaran ujaran kebencian, hoaks, dan politik uang sehingga pemilu berjalan dengan lancar dan aman serta bisa digunakan sebagai upaya pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Titik Sulastri yang menyampaikan amanah Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti berharap seluruh peserta pemilu menjalankan kampanye secara sehat, santun, dan berbudaya sehingga pelaksanaan demokrasi bisa terjaga meskipun berbeda kubu.

Seluruh massa pendukung peserta pemilu diminta mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

“Hindari berbagai hal negatif seperti kampanye hitam, hoaks dan ujaran provokatif yang berpotensi menggoyang keamanan dan kondisi Yogyakarta atau Indonesia yang kondusif,” katanya yang juga berharap masyarakat tidak bersikap reaktif terhadap isu negatif tetapi menyelesaikannya sesuai aturan yang berlaku yaitu melalui Bawaslu Kota Yogyakarta.

Dalam deklarasi tersebut, perwakilan partai politik membubuhkan tanda tangan mereka sebagai wujud komitmen melaksanakan kampanye secara damai. Dari 16 partai politik, sebanyak tiga partai berhalangan hadir dalam deklarasi tersebut.

Sementara itu, Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan, terkait lapangan yang bisa dimanfaatkan untuk pelaksanaan rapat umum disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah.

“Semua lapangan bisa digunakan, kecuali ada aturan atau larangan dari pemerintah setempat. Kami masih koordinasikan mengenai hal ini dan diharapkan sudah ada kejelasannya pada Sabtu (23/3),” katanya.

Peserta pemilu, lanjut dia, diberi keleluasaan dalam menyelenggarakan kampanye rapat umum dengan catatan dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. “Lokasinya bebas. Bisa di kota atau kabupaten,” katanya. ***2***

Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar