Bupati Bantul instruksikan pendataan kerugian akibat banjir

id Bupati Bantul

Bupati Bantul Suharsono (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul Suharsono menginstruksikan semua camat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pendataan kerugian materiil akibat bencana alam banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu.

"Ini baru saya perintahkan pak camat dan bu camat di Bantul untuk segera didata kerugian warga (korban bencana) itu berapa," kata Bupati Suharsono di Bantul, Sabtu.

Hujan deras pada Minggu (17/3) sejak pagi sampai malam di Bantul mengakibatkan banjir di hampir semua kecamatan se-Bantul, selain itu di beberapa wilayah mengalami tanah longsor hingga menimpa rumah warga.

Bupati mengatakan, pendataan kerugian yang dialami korban bencana dibutuhkan agar nantinya bisa diusulkan mendapat bantuan dari pemerintah. Saat ini pun Bupati belum bisa menaksir berapa nilai kerugian.

"Nanti akan kita bantu dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk mengurangi beban penderitaan (korban) yang rumahnya rusak. Kita belum bisa memperkirakan (nilai kerugian), karena belum masuk datanya," katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, untuk kerugian secara riil di lapangan akibat bencana tersebut masih dalam proses verifikasi ulang untuk memastikan rencana pemberian bantuannya.

"Karena kalau kita belum dapat gambaran riil laporan kerugian karena kerusakan dari desa mapun kecamatan kami khawatir nanti terkait besaran bantuan juga tidak bisa maksimal," katanya.

"Ini yang kita tunggu dalam satu dua-hari ini. Mudah-mudahan nanti sudah dapat gambaran yang jelas terkait jumlah kerugian yang dialami masyarakat karena banjir maupun tanah longsor," katanya.

Menurut Dwi, banjir yang terjadi pada beberapa hari lalu itu setidaknya menggenangi wilayah di 13 kecamatan se Bantul, kemudian tanah longsor di wilayah Imogiri. Selain mengakibatkan fasilitas umum seperti jalan rusak, juga merusak rumah warga.***3***
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar