Kuliner tradisional dinilai berperan penting dukung wisata Yogyakarta

id Gudeg

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat meninjau stan dalam festival kuliner “Wonderfood Otentik Jogja” yang menampilkan berbagai varian gudeg (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Keragaman kuliner di Yogyakarta dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pengembangan industri pariwisata di kota tersebut sehingga Dinas Pariwisata setempat memutuskan menggelar festival yang khusus menampilkan kuliner otentik Yogyakarta.

“Festival yang diberi tema ‘Wonderfood Otentik Jogja’ ini menampilkan beragam varian gudeg yang sudah dikenal sebagai makanan khas Yogyakarta. Selain itu, ada pula lomba jajanan tradisional khas Yogyakarta,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Maryustion Tonang di Yogyakarta, Sabtu.

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Gudeg DIY menampilkan berbagai varian gudeg dari sekitar 40 pengusaha gudeg yang sudah cukup dikenal masyarakat dan wisatawan. Kekhasan rasa gudeg asli Yogyakarta tersebut dapat dinikmati masyarakat di sepanjang pedestrian yang berada di depan Malioboro Mall.

Selain gudeg kering, pengunjung juga bisa menikmati gudeg basah, gudeg manggar, gudeg mercon bagi pecinta makanan pedas, hingga varian olahan gudeg seperti roti gudeg dan pastel gudeg.

Asosiasi juga menyiapkan 2.000 porsi gudeg gratis ke pengunjung yang dibagikan dalam dua tahap yaitu sekitar pukul 12.00 WIB dan pukul 18.00 WIB.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Golkari Made Yulianto mengatakan, kuliner dan destinasi wisata di suatu daerah tidak bisa saling dipisahkan.

“Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati berbagai objek wisata yang ada di suatu daerah tetapi mereka juga ingin menikmati kuliner khas di daerah tersebut,” katanya.

Oleh karena itu, kegiatan festival yang baru digelar untuk pertama kalinya tersebut dinilai sangat tepat karena digelar di Malioboro sebagai tujuan utama wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. “Wisatawan cukup datang ke Malioboro dan sudah bisa menikmati lezatnya gudeg bahkan varian olahan gudeg yang tidak kalah enak,” katanya.

Tidak hanya gudeg, lanjut Golkari, dalam festival tersebut juga digelar lomba jajanan tradisional otentik Yogyakarta. Peserta lomba menampilkan berbagai jajanan tradisional yang disajikan dengan cukup kreatif sehingga tidak kalah dengan jajanan modern yang banyak dikenal generasi muda saat ini.

“Ada semar mendem, serabi kocor, cenil, hingga songgo buwono. Lomba ini sekaligus mengenalkan keragaman jajanan tradisional yang mungkin sudah jarang ditemui,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, destinasi wisata tidak akan ada artinya jika tidak didukung dengan kuliner.

“Kuliner di Yogyakarta merupakan salah satu komponen yang memberikan konstribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta. Industri kuliner ini tidak hanya bisa dijalankan oleh pemodal besar tetapi juga bisa digeluti oleh ibu-ibu rumah tangga,” katanya.

Sedangkan dari festival tersebut, Heroe berharap agar daya tarik kuliner di Yogyakarta akan semakin meningkat sehingga mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan.

 

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar