Tim gabungan temukan dua korban tenggelam Pantai Congot

id Pantai Congot,Tenggelam

Tim gabungan temukan dua korban tenggelam Pantai Congot

Tim gabungan melakukan pemantuan korban tenggelam di Pantai Congot, Kabupaten Kulon Progo. (Dok Ist/Basarnas Yogyakarta)

Kulon Progo (ANTARA) - Tim gabungan telah menemukan dua korban tenggelam di Pantai Congot, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang tenggelam pada Jumat (22/3) petang, yakni Okta Syahrozi Ilham (13) dan jasad Muhamad Nizar (13).

Kedua korban tenggelam saat mereka mandi di bibir laut Pantai Congot, pada Jumat (23/3). Mereka tetap nekad berenang, meski sudah diingatkan supaya tidak mandi ketengah-tengah.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Pantai Glagah, Aris Widiatmoko di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan pada Sabtu pagi, jasad Muhamad Nizar (13), warga relokasi Palihan, Kecamatan Temon terlebih dahulu ditemukan di sisi timur lokasi kejadian berjarak sekitar 250 meter.

"Jasad Nizar ditemukan sekitar 06.00 WIB," kata Aris.

Kemudian, Okta Syahrozi Ilham (13), warga relokasi Janten, Kecamatan Temon ditemukan pada Sabtu siang, sekitar 13.20 WIB oleh relawan gabungan. Jasad Ilham ditemukan berjarak sekitar 500 meter di sisi timur lokasi kejadian.

"Ketika ditemukan, celana denim hitam panjang masih melekat pada tubuhnya. Wajahnya juga masih bisa dikenali," kata Aris.

Ia mengatakan dengan ditemukannya dua korban kecelakaan laut di Pantai Congot ini, maka petugas gabungan dari SAR Kulon Progo, Basarnas DIY, dan relawan lain menutup pencarian.

"Pencarian kedua korban sudah selesai, meskipun terkendala ombak tinggi. Pencarian dilakukan bersama-sama dengan relawan gabungan dari SRI Wilayah V, SRI Wilayah VI, Basarnas Yogyakarta, kepolisian dan relawan lainnya," katanya,

Seperti diketahui, Nizar dan Ilham tergulung ombak ketika asyik mandi di laut Pantai Congot, Kecamatan Temon. Kedua korban sebelumnya sempat diingatkan oleh kelima kawannya yang ikut bermain agar tak menuju ke tengah. Namun ketika hendak menepi, kedua korban terseret ombak terlebih dahulu. ***3***
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar