KPU Bantul beri pendidikan pemilih bagi pemilih pemula

id Flash Mob

KPU Bantul beri pendidikan pemilih bagi pemilih pemula

Flash Mob Jingle Pemilu 2019 bagi pemilih pemula di Bantul untuk pendidikan pemilih bagi pemilih pemula (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan lomba kreasi seni Flash Mob Jingle Pemilu 2019 sebagai upaya memberikan pendidikan pemilih bagi pemilih pemula di wilayah tersebut.

"Kita punya program untuk pendidikan pemilih khususnya pemilih pemula, nah bentuk pendidikan pemilih itu melalui lomba kreasi seni Flash Mob," kata Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho disela kegiatan itu di Bantul, Minggu.

Menurut dia, lomba kreasi seni Flash Mob Jingle Pemilu untuk segmentasi pemilih pemula ini disesuaikan dengan dinamika generasi milenial saat ini yang menggambarkan anak muda kreatif, energik dan semangat.

Ia mengatakan, Flash Mob tersebut diikuti para pemilih pemula dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bantul. Setiap kecamatan mengirimkan satu kelompok untuk menampilkan kreasi dengan iringan lagu jingle Pemilu 2019.

"Kita berharap melalui flash mob ini teman-teman anak muda khususnya pemilih pemula tertarik untuk lebih tahu tentang masalah pemilu. Dan mereka ini tentunya sudah tercatat dalam DPT (daftar pemilih tetap)," katanya.

Didik mengatakan, pentingnya memberikan pendidikan pemilih bagi pemula ini agar mereka bisa menjadi pemilih cerdas dan berpartisipasi menggunakan hak pilih di tempat pemungutan suara (TPS) untuk pertama kali.

"Apalagi dari sisi jumlah pemilih pemula di Bantul cukup banyak, dari data di kita itu sekitar 42.535 pemilih, itu kalau dari sisi persentase sekitar 6,1 persen dari DPT Bantul. Dan mereka ini baru akan mencoblos tahun ini," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, KPU Bantul perlu memberikan pemahaman yang benar tentang bagaimana proses menjadi pemilih cerdas yang dapat menentukan pilihan sesuai pilihannya tanpa ada iming-iming atau pengaruh lain.

"Menjadi pemilih cerdas itu paling tidak harus paham rekam jejak, kemudian tolak politik uang, hindari politik sara dan jangan 'golput'. Pesan-pesan itu yang selalu kita tanamkan ke teman-teman pmilih pemula, karena mereka ini pertama kali memilih," katanya.

Dia juga mengatakan, pemilih pemula yang terlibat dalam kreasi seni ini selurunya kelahiran antara tahun 2001-2002."Jadi rata-rata saat saya tanya mereka kelas III SMA, antara kelahiran tahun 2001-2002," katanya.***2***
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar