Kunjungan wisatawan ke Bantul menurun karena dampak bencana

id Dinas Pariwisata Bantul

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata daerah ini mengalami penurunan karena dampak bencana banjir usai hujan deras yang mengguyur daerah ini pada Minggu (17/3).

"Saya kira setiap kali ada bencana kalau dampaknya ada pada kunjungan, kita memang belum ada datanya karena belum menghitung, tetapi kita lihat ada penurunan," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Rabu.

Namun demikian, kata dia, penurunan kunjungan wisatawan ke Bantul kalau diperkirakan bisa mencapai 20 persen, namun penurunan itu dihitung dalam satu bulan ke depan yang kemudian dibandingkan dengan bulan berikutnya.

Ia mengatakan, kalau kunjungan wisatawan ke Bantul rata-rata sekitar 300.000 orang per bulan, maka dengan adanya kejadian tersebut berkurang sekitar 50.000 sampai 60.000 orang atau menjadi sekitar 240.000 wisatawan sebulan.

"Itu hitungannya kalkulasi satu bulan, tidak per hari ini, namun kalau harian kalau kita hitung penurunannya bisa sampai 60 sampai 80 persen, terutama di objek wisata yang terkena dampak parah, tapi kalau kalkulasi bulan sekitar 20 persen," katanya.

Dia mengatakan, seperti objek wisata Pantai Parangtritis tersebut pada sehari setelah kejadian bencana, tingkat kunjungannya turun drastis dibanding hari-hari biasanya, sebab jalur menuju ke destinasi wisata terkendala.

"Kalau ke Parangtritis kan hampir tidak bisa dilewati, sehingga bisa 100 persen turunnya, namun beberapa waktu kemudian setelah tiga hari mulai ada wisatawan yang banyak berkunjung, walaupun belum normal," katanya.

Kwintarto mengatakan, selain berdampak pada kunjungan wisatawan pantai, kunjungan ke desa-desa wisata juga sempat menurun, sebab dampak banjir terparah ada di wilayah Wukirsari Imogiri dan sebagian wilayah Pundong.

"Untuk di desa wisata yang terkena bencana ini sangat drastis turunnya, kemungkinan sampai 60 persen, kita belum dapat angka pasti, tapi di desa wisata paling merasakan dampaknya," katanya.***1***
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar