AP diharapkan tidak menutup akses menuju Pantai Congot

id pantai congot

AP diharapkan tidak menutup akses menuju Pantai Congot

Masyarakat di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, menuntut PT AP I membangunkan akses jalan menuju Pantai Congot. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA) -  Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan PT Angkasa Pura I tidak menutup akses jalan menuju Pantai Congot sampai ada solusi yang menguntungkan semua pihak.

Harapan itu disampaikan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Rabu, terkait dengan rencana PT API untuk  menutup akses jalan masuk menuju Pantai Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, karena berada di kawasan Izin Penetapan Lokasi (IPL) New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Hal itu menyebabkan  masyarakat di sejumlah desa sekitar proyek bandara itu menggelar unjuk rasa pada Rabu (27/3) pagi. Mereka menuntut, masyarakat tetap diberi akses menuju Pantai Congot

"Kami mendukung tuntutan masyarakat agar akses jalan menuju Pantai Congot tidak ditutup," kata Hasto.
.
Ia meminta PT AP I memberi akses jalan kepada masyarakat di sisi barat. Apakah diberi bangket untuk jalan. Untuk itu, dirinya akan coba berkomunikasi dengan AP 1 terkait permasalahan ini.

Bupati menjelaskan,  AP1 masih sebatas mengirimkan surat pemberitahuan, dan belum membuka jalur komunikasi lebih lanjut.

Karena itu, katanya, sebelum penutupan jalan, harus ada solusi. Terkait pembangunan jalan penggant telah disampaikannya kepada pemrakarsa proyek bandara.

"Menurut saya, jangan ditutup dulu sampai ada solusi yang harus kami lakukan. Jangan ditutup tanpa solusi," katanya.

Sekretaris Desa Jangkaran Fajar Fudiarna mengatakan sejak sosialisasi pembebasan lahan peruntukan IPL NYIA pada 2017, AP 1 telah berjanji kepada warga sekitar tidak akan menutup jalan menuju Pantai Congot sebelum dibuatkan jalan pengganti. Namun sebelum janji ditepati, pada 25 Maret lalu pemdes telah mendapat surat pemberitahuan soal rencana penutupan jalan tersebut.

Dari informasi, alasan AP1 melakukan penyegeraan penutupan jalan karena untuk mempercepat pengerjaan gorong-gorong saluran air atau sodetan untuk kelancaran proses verifikasi Kementerian Perhubungan. Meski begitu pemdes tetap beraksi dengan mengirimkan surat keberatan.

"Ada tiga poin yang kami sampaikan, pertama kondisi masyarakat di sini tertib atau mendukung bandara, kedua janji jalan pengganti dari AP 1, ketiga sebelum ada jalan pengganti warga Desa Jangkaran diperbolehkan lewat.  AP 1 sebenarnya telah merespon keluhan masyarakat. Namun belum bisa membuka jalur audiensi untuk pembuatan jalan pengganti," katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun Nglawang, Desa Jangkaran, Supandi mengatakan aksi ini dilakukan warga dari tiga desa yakni Desa Jangkaran, Sindutan dan Desa Palihan.

Dalam aksi tersebut sejumlah kertas dan triplek bertuliskan "Jangan Tutup Jalan Kami Sebelum Ada Jalan Pengganti" ditempelkan warga di pagar pembatas IPL yang berada tepat di pintu gerbang menuju Pantai Congot. Selain itu, warga juga sempat memblokade jalan tersebut dengan cara duduk di tengahnya.

"Kami sempat melakukan aksi blokade, soalnya kalau kami tidak blewat, maka armada proyek dan para pekerja juga harusnya tidak boleh," kata Supandi.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar