Sosialisasi penggunaan elpiji yang aman oleh Pertamina

id Sosialisasi Pertamina

Supervisor Communication dan Relation Pertamina MOR IV Arya Yusa Dwicandra dalam sosialisasi penggunaan elpiji yang aman (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menyosialisasikan penggunaan elpiji yang aman kepada warga Desa Argomulyo Kabupaten Bantul, DIY.

Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari dalam sosialisasi di aula Desa Argomulyo Bantul, Sabtu, mengatakan sosialisasi bertujuan mengingatkan masyarakat atau konsumen bahwa elpiji merupakan barang mudah terbakar sehingga konsumen berhati-hati dalam menggunakannya.

"Meskipun produk elpiji ini telah dijual dan beredar di masyarakat sejak lama, namun Pertamina sebagai produsen perlu memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai petunjuk penggunaan elpiji yang aman," katanya.

Dalam sosialisasi penggunaan elpiji itu, diikuti ratusan warga Desa Armomulyo yang mayoritas terdiri ibu rumah tangga, ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) dan perwakilan Karang Taruna di desa setempat.

Menurut dia, Pertamina sudah memastikan bahwa tabung elpiji yang beredar di masyarakat sesuai dengan standar produksi yang ketat dan teruji.

"Namun konsumen sebagai pengguna juga tetap harus memastikan dari segi penempatan elpiji, kebersihan dan keamanannya, khususnya keamanan pada regulator, selang dan kompor-kompor," kata dia.

Sementara itu, Supervisor Communication dan Relation Pertamina MOR IV Arya Yusa Dwicandra mengatakan, agar konsumen menggunakan tabung, regulator dan selang sesuai SNI, menempatkan tabung elpiji di tempat yang datar dan ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik.

"Selang harus terpasang erat dengan 'klem' pada regulator, tabung gas diletakkan menjauh dari sumber api dan harus diupayakan tidak terpapar panas langsung. Pasang regulator pada katup tabung yang posisi knob mengarah ke bawah," katanya.

Ia menjelaskan, jika ada tanda-tanda kebocoran elpiji yang ditandai bau khas elpiji, jangan menyalakan api atau listrik, namun lepaskan regulator dan bawa tabung ke tempat terbuka dengan pintu jendela terbuka.

Sedangkan, jika terjadi kebakaran padamkan api dengan kain basah atau pemadam api kemudian lepaskan regulator dari tabung dan segera bawa tabung ke tampat terbuka dan jauh dari lokasi kebakaran.

"Jika terjadi kerusakan atau kemacetan gas, segara tukarkan tabung ke agen atau pangkalan elpiji, jangan sekali-kali mencoba memperbaiki sendiri menggunakan benda tajam, obeng atau pisau," katanya.
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar