70 persen petani Bantul memanfaatkan agensia hayati kendalikan hama

id Dinas Pertanian,Bantul Yogyakarta,agensia hayati,kendalikan hama

Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi (FOTO ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebutkan sekitar 70 persen petani daerah ini memanfaatkan agensia hayati untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman mereka.

"Kalau agensia hayati hampir semua memanfaatkan, terutama pada penggunaan pestisida di tanaman hortikultura, saya belum hitung tapi kira-kira 70 persen," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Kamis.

Menurut dia, penggunaan agensia hayati memang sangat disarankan dalam mengendalikan hama tanaman, dan mayoritas petani hortikultura memanfaatkan karena kekhawatiran hasil panen tidak maksimal akibat serangan hama.

Untuk itu, kata dia, pihaknya terus mendorong para petani yang masih menggunakan pestisida kimia beralih menggunakan agensia hayati atau setidaknya mengurangi zat kimia untuk keberlanjutan budi daya pertanian.

"Kita dorong sedikit demi sedikit ke arah agensia hayati, di (tanaman) bawang merah pun sekarang sudah mulai banyak manfaatkan, jadi hampir menyeluruh penggunaan agensi hayati, bahkan yang pestisida semakin kecil," katanya.

Dia juga mengatakan, jika terpaksanya petani masih menggunakan pestisida, maka dianjurkan memilih jenis pestisida yang sesuai, sebab jenisnya bermacam-macam, selain itu tidak menggunakan secara berlebihan.

"Penggunaan pestisida itu ada beberapa macam pilihan dan harusnya yang benar, kan sudah tercantum sistemik dan ada yg tidak, kalau sistemik masuk ke jaringan agak lebih lama, sehingga memang perlu pencucian," katanya.

Dia juga mengatakan, dampak dari penggunaan pestisida berlebih selain mengakibatkan buah terpapar zat tersebut, juga menyebabkan musuh alami hama penyakit tanaman juga ikut mati, padahal keberadaan juga diperlukan.

"Yang jelas musuh alami ikut mati, kan ada serangga yang memakan sebagai predator dari serangga yang lain, itu yang kita pertahankan, kan hama itu tidak semuanya jelek, ada yang memakan sesama hama, itu yang kita pertahankan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar