Angin kencang menumbangkan pepohonan di Sleman

id angin kencang sleman,bencana sleman

Relawan TRC BPBD Sleman melakukan evakuasi pohon tumbang menimpa rumah warga. (ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman, Daerah Istimewa Yogyak (ANTARA) - Angin kencang menerjang empat wilayah kecamatan di Kabupaten Sleman pada Kamis (4/4) sore hingga malam hari, menumbangkan pepohonan serta menyebabkan kerusakan rumah warga dan jaringan listrik.

"Hujan disertai angin kencang yang menerjang Sleman kemarin mengakibatkan dampak yang sangat merusak, dari laporan yang masuk terdapat 34 titik yang terdampak," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Jumat.

Menurut dia, terjangan angin kencang tersebut mengakibatkan puluhan pohon tumbang dan menyebabkan sejumlah rumah rusak akibat atap beterbangan.

"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian kemarin. Sejumlah pohon yang tumbang sudah dilakukan evakuasi untuk membuka akses jalan warga," katanya.

Makwan mengimbau warga mewaspadai risiko bencana karena cuaca sering berubah-ubah.

"Potensi angin kencang bisa terjadi di seluruh wilayah Sleman, masyarakat harus tetap waspada," katanya.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Sleman pada Jumat pagi mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah milik Sukardi, warga Dusun Loteng, Sumberadi, Mlati, Sleman. Evakuasi baru bisa dilakukan hari ini karena ada sarang lebah berukuran besar pada pohon yang tumbang.

"Kejadiannya sekitar jam 15.00 WIB, sore, saat kejadian istri yang sedang berada di rumah. Beruntung saat kejadian tidak mengalami luka-luka karena dapat lari menyelamatkan diri," kata Sukardi.

"Karena kondisi sudah gelap dan sarang tawonnya besar jadi baru bisa dibersihkan pagi," katanya.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiyono mengatakan bulan April merupakan masa pancaroba.

"Musim kemarau di sebagian besar wilayah DIY diperkirakan mundur," katanya.

Menurut dia, musim kemarau di wilayah Gunung Kidul dan Bantul bagian timur menurut prakiraan terjadi pada 3 April 2019.

"Sedangkan untuk wilayah lain akan masuk kemarau pada dasarian 1 atau 2 pada Mei 2019. Terakhir masuk kemarau di wilayah lereng Merapi," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar