DLH Bantul targetkan membangun 14 tempat pembuangan sampah sistem 3R

id Sampah

Ilustrasi tempat pembuangan sampah

Bantul (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada  2019 menargetkan bisa membangun 14 tempat pembuangan sampah dengan pengelolaan sistem reuse, reduce and recycle atau 3R di daerah ini.

"Terkait dengan (pengelolaan) sampah ini kita setahun paling tidak membangun tempat pembuangan sampah (TPS) 3R itu sebanyak sekita 15 titik, pada  2019 ini paling tidak 14 titik," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho di Bantul, Jumat.

Menurut dia, dengan TPS sistem 3R itu maka kelompok pengelola diharapkan mengolah sampah secara mandiri dari sumbernya, agar bisa mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Untuk merealisasikan TPS 3R tersebut, kata dia, setiap tahun Bupati Bantul mengalokasikan anggaan yang cukup bagi instansinya yang nantinya bisa dilaksanakan sebagai kegiatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Kalau sekarang TPS 3R sudah lebih dari 30 titik, baik itu tipe a maupun tipe b, tipe berdasarkan dengan cakupan pengelolaan level desa atau level dusun, jadi intinya agar sampah bisa dikurangi itu harus dikelola," katanya.

Dia mengatakan untuk menggugah kesadaran masyarakat agar bisa mengelola sampah secara mandiri, DLH Bantul terus melakukan edukasi pentingnya pengelolaan sampah, yang tentunya didukung dengan sarana dan prasarana.

"Jadi kita bangun TPS 3R dan ke depan kita juga harus menambah depo khususnya untuk di wilayah perkotaan. Ini harus kita tambah, karena kalau depo di perkotaan itu baru tiga titik untuk Bantul," katanya.

Sementara itu, dia menyebutkan, total volume sampah yang dihasilkan seluruh rumah tangga Bantul sekitar 100 ton, sehingga perlu ada upaya pengelolaan sampah dari sumbernya terutama sampah yang tidak bisa terurai.

"Dengan kondisi saat ini kita juga kondisikan ke masyarakat terkait sampah itu agar bisa dikelola di rumah tangga masing masing terlebih dahulu," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar