Bantul targetkan produksi "Beras Asli" 25 ton per tahun

id Beras Bantul

Bantul targetkan produksi "Beras Asli" 25 ton per tahun

Beras Bantul Asli yang diproduksi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Patalan Jetis Bantul (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan mampu memproduksi Beras Bantul Asli sebanyak 25 ton per tahun sejak produk pangan itu diluncurkan pada 2018.

"Kalau secara umum produksi Beras Asli Bantul per tahun sekitar 25 ton, jadi belum banyak, tetapi sudah mulai bergerak terus dan harganya cukup bagus," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Jumat.

Beras Bantul Asli tersebut merupakan terobosan baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk mengoptimalkan pasar hasil pertanian itu mengingat selama ini hasil panen padi para petani Bantul banyak dijual ke luar kabupaten.

Menurut dia, kini beras Bantul dalam kemasan yang diluncurkan Bupati Bantul, Suharsono pada Mei 2018 tersebut sudah dikenal masyarakat luas di wilayah Bantul, juga pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah setempat.

"Kami tawarkan kepada masyarakat maupun ASN (aparatur sipil negara) atau siapapun, dan beras asli Bantul ini lebih istimewa karena  'fresh' (segar), jadi hasil panen baru terus giling bukan beras gabah lama," katanya.

Pulung mengatakan, saat ini sebagian produksi Beras Bantul Asli sudah dipasarkan ke supermarket atau toko modern dan pengusaha kuliner seperti warung makan lesehan pecel lele maupun rumah makan di wilayah Bantul.

"Kalau soal pemasaran tidak ada kesulitan. Hanya produksinya harus berkualitas baik karena khawatir mengecewakan masyarakat," katanya.

Ketika ditanya apakah akan meningkatkan produksi Beras Asli Bantul pada tahun depan, Pulung mengatakan belum punya rencana karena akan memaksimalkan kualitas dengan produksi rutin 25 ton beras per tahun. "Rutin kurang lebih sebanyak itu (25 ton), stabil itu dulu saja," katanya.

Dia mengatakan, salah satu kelompok tani yang rutin dan menjadi contoh bagi petani Bantul dalam produksi Beras Bantul Asli, yaitu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Patalan, Jetis, dan Gapoktan di Kecamatan Pandak.

"Ada 16 produsen yang bersertifikat, tapi ada dua sebagai pionernya, salah satunya Patalan, makanya saya tidak heran kalau Gapoktan Patalan itu mempunyai prestasi di samping teknologi bagus, juga mampu memproduksi beras," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar