Pemkot Yogyakarta usulkan "shelter" penumpang angkutan online diperbanyak

id Angkutan online, shelter

Ilustrasi - angkutan umum online. (Dokumentasi Antaranews/Insan Faizin Mubarak)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta mengusulkan agar operator angkutan online di Kota Yogyakarta memperbanyak “shelter” atau titik untuk menaikkan dan menurunkan penumpang sebagai salah satu upaya mengantisipasi kepadatan lalu lintas.

“Sudah ada kesepakatan dengan operator angkutan online untuk memperbanyak titik menaikkan dan menurunkan penumpang. Saat ini, ada 13 titik di Yogyakarta dan sekitarnya,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Heroe, titik untuk menaikkan atau menurunkan penumpang tersebut diperlukan di lokasi-lokasi keramaian seperti di sepanjang Jalan Malioboro, pusat-pusat perbelanjaan dan tempat keramaian lain.

“Jika tidak ada titik khusus untuk menaikkan atau menurunkan penumpang,  dikhawatirkan keberadaan angkutan online yang sedang menjemput penumpang justru menimbulkan kepadatan lalu lintas,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Heroe, kerap ditemukan di sepanjang Jalan Malioboro yaitu pengemudi angkutan online khususnya dengan mobil melaju secara perlahan-lahan sampai menemukan lokasi penjemputan yang diinginkan konsumen.

“Terkadang, mereka bahkan berhenti di badan jalan hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Harapannya, dengan adanya titik-titik penjemputan tersebut bisa mengurangi potensi kemacetan lalu lintas,” katanya.

Meskipun demikian, Heroe pun berharap konsumen juga mematuhi aturan untuk naik atau turun di titik yang sudah ditentukan. “Ini juga sulit, karena konsumen biasanya hanya ingin turun atau dijemput di titik terdekat. Malas berjalan agak jauh,” katanya.

Saat ini, jumlah angkutan online berbasis mobil di Kota Yogyakarta diperkirakan mencapai sekitar 2.000 unit ditambah 12.000 unit berbasis sepeda motor. “Jumlahnya memang sangat banyak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Pengendalian Operasional dan Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Golkari Made Yulianto mengatakan titik-titik khusus penjemputan tersebut memang dibutuhkan.

Golkari mengatakan, keberadaan “shelter” tersebut akan mengurangi kebiasaan para pengemudi angkutan online untuk berhenti dan menunggu penumpang di badan jalan sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.

“Namun yang harus dilakukan terlebih dulu adalah memastikan bahwa operator angkutan online tersebut mematuhi ketentuan yang berlaku. Misalnya saja, kuota kendaraan yang diizinkan untuk operasional serta identitas atau atribut kendaraan online agar mudah dikenali,” katanya.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar