Bawaslu Bantul awasi pelanggaran kampanye pada masa tenang

id Bawaslu Bantul

Anggota Bawaslu Bantul Supardi. (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakukan pengawasan guna pencegahan pelanggaran kampanye oleh peserta Pemilu serentak 2019 selama masa tenang tiga hari jelang pemungutan suara 17 April.

"Ada beberapa giat yang pengawas pemilu lakukan di masa tenang, yaitu melakukan pencegahan terjadinya pelanggaran kampanye di masa tenang," kata Anggota Bawaslu Bantul Supardi saat dikonfirmasi di Bantul, Minggu.

Sesuai UU Pemilu Nomor 7 tahun 2017, selama masa tenang, pelaksana, peserta, dan atau tim kampanye pemilu presiden dan wakil presiden dilarang melakukan kampanye atau mengajak pemilih memilih calon tertentu dengan menjanjikan imbalan.

Dia mengatakan, dalam melakukan pencegahan kampanye pemilu dilakukan dengan pengawasan langsung maupun dalam media sosial (medsos), mengingat media tersebut sebelumnya juga menjadi sarana peserta Pemilu untuk berkampanye.

"Kami juga melakukan patroli pengawasan terjadinya politik uang, dan pengawasan penggunaan medsos," ucapnya.

Dia juga mengatakan, selama masa tenang Pemilu 2019, jajaran pengawas bersama aparat pemerintah akan melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) yang masih terpasang, sebab jelang pemilu ini semua wilayah harus bebas APK.

"Dan kami mengimbau kepada peserta, dan atau tim kampanye Pemilu mematuhi peraturan yang berlaku," ujarnya.

Jika menemukan pelanggaran di masa tenang, menurutnya masyarakat dapat melaporkan ke Bawaslu, dan Bawaslu akan menindaklanjuti tiap laporan yang diterima dan diteruskan jika memenuhi syarat.

Sementara itu, kata dia, terkait dengan logistik Pemilu 2019, Bawaslu akan melakukan pemantauan proses distribusi logistik ke tingkat kelurahan dan tempat pemungutan suara (TPS) di daerah setempat yang mulai dilakukan KPU pada 14 April ini.

"Yang juga dilakukan di masa tenang adalah pengawasan pengiriman logistik pemilu," katanya.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar