Kabupaten Sleman merintis "smart heritage market"

id Sekda Sleman

Sekda Sleman Sumadi (kiri) saat melakukan studi orientasi di Kabupaten Badung. (Foto Antara/Humas Sleman)

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan merintis Pasar Tradisional Sleman sebagai pasar berbasis "smart heritage market" guna mendukung "Sleman Smart City" pada 2021.

"Guna mendukung arah ini, kami telah belajar ke Pasar Badung, Bali yang telah menerapkan 'smart heritage market," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Sumadi di Sleman, Senin.

Menurut dia, Pasar Badung saat ini telah menerapkan "smart heritage market" berupa retribusi online, e-money, e-parking. bekerja sama dengan perbankan, gojek, gopay.

"Penataan pedagang dan kesadaran pedagang sudah cukup bagus dalam mendukung program-program 'smart heritage market'," katanya.

Ia mengatakan, kunjungan orientasi ke Kabupaten Badung, Bali bersama Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG) Kabupaten Layak Anak dan Smart City dari OPD Kabupaten Sleman dilakukan pada 9 hingga 11 April 2019.

"Kami diterima Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Gede Putra Suteja di Aula Kantor Bupati Badung," katanya.

Sumadi mengatakan, dipilihnya Kabupaten Badung karena Badung menjadi kabupaten percontohan beberapa program dan telah meraih berbagai prestasi dan penghargaan, baik dalam program Pengarusutamaan Gender, Kabupaten Layak Anak, penyelenggaraan PPID, maupun program smart city.

"Banyak hal berupa inovasi dan prestasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung dapat diadopsi dan disesuaikan dengan karakter pembangunan masyarakat Sleman, yang pasti pada akhirnya adalah menuju kesejahteraan masyarakat Sleman," katanya.

Ia mengatakan, dalam paparannya mengenai Kabupaten Badung, Gede Putra Suteja mengatakan APBD Badung tahun 2018, pendapatan daerah Rp6 triliun.

Pendapatan daerah terdiri dari, PAD Rp5,1 triliun, dana perimbangan Rp626 miliar, pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp220 miliar.

Menjawab pertanyaan pokja terkait pelaksanaan PUG, disampaikan bahwa PUG telah menjadi keharusan untuk dilaksanakan setiap bidang tugas masing- masing.

Kesetaraan gender masih tetap menjadi isu strategis untuk ditangani karena isu ketimpangan gender masih tetap mewarnai kehidupan masyarakat.

Untuk mencapai optimalisasi pencapaian kondisi tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung telah melaksanakan sosialisasi tentang PUG pada 68 elemen pendukung seperti OPD, Perhimpunan/Organisasi Perempuan, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi, BPD, Puskesmas, Organisasi Keagamaan dan P2TP2A Kabupaten Badung.

Sedangkan untuk program Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Badung pada 2018, memperoleh penghargaan tingkat nasional sebagai Kabupaten Layak Anak tingkat madya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar