AP gelar simulasi penanganan darurat BIY

id Bandara Internasional Yogyakarta

PT Angkasa Pura I menggelar latihan simulasi rencana penanganan keadaan darurat kepada seluruh komponen penerbangan sebelum  Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, beroperasi pada 29 April nanti. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA) - PT Angkasa Pura I menggelar latihan simulasi rencana penanganan keadaan darurat kepada seluruh komponen penerbangan sebelum Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, beroperasi pada 29 April 2019.

Juru Bicara Proyek Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Kolonel Agus Pandu Purnama di Kulon Progo, Senin, mengatakan PT Angkasa Pura I memiliki dua komite, yakni Komite Penanggulangan Keadaan Darurat atau Airport Emergency Cometee (AEC)dan dan Komite Sekuriti Bandara atau Airport Security Comette (ASC).

Anggota komite tidak hanya dari internal Angkasa Pura I, tetapi juga seluruh komponen penerbangan mulai dari TNI, Polri, pemadam kebakaran, rumah sakit dan lainnya.

"Hari ini, kami melakukan pelatihan simulasi atau table top bila terjadi keadaan darurat, dan bagaimana penanggulangannya. Hari ini kami mengundang intansi terkait dengan total peserta 200 orang," kata Agus Pandu.

Ia mengatakan pelatihan akan dilanjutkan pada 22 April nanti kepada seluruh maskapai penerbangan dan ground support terkait Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA). HIRA adalah proses identifikasi dan pengendalian resiko terkait dengan pekerjaan / kegiatan dalam lingkup usaha / aktivitas organisasi atau perusahaan.

"Mereka harus diuji bagaimana keamanannya dan bagaimana keselamatan penerbangannya. Sehingga, mereka melihat sesuai standar, mereka secara yakin melalukan pengoperasian penerbangannya," kata dia.

Kemudian dilanjutkan kembali pada 26 April dengan simulasi untuk operasi penuh. Seluruh komponen ikut dalam simulasi, baik transportasi darat, misalnya DAMRI dan kereta api. Misalnya dari Stasiun Wojo sampai bandara, Bus DAMRI akan berhenti di suttle dana akan membawa 175 penumpang yang akan melakukan cek in di Bandara Internasional Yogyakarta sampai naik pesawat.

"Insya Allah, Garuda akan melakukan penerbangan simulasi atau uji coba pendaran di Bandara Internasional Yogyakarta. Kesiapannya, di akhir April, Insya Allah pada 29 April akan melakukan inagurasi. Tentunya seluruh parameter dari Kementerian Perhubungan sudah terpenuhi. Pada 15 April ini sudah diselesaikan," katanya.

Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I Taochid Purnama Hadi menambahkan perkembangan pembangunan fisik NYIA untuk persiapan operasi penerbangan internasional sudah mencapai 97 persen sedangkan untuk menuju full operation di akhir tahun sudah 47 persen. Fasilitas airside (sisi udara) seperti landasan pacu, taxyway, dan apron sudah rampung serta telah dipasang garis marka maupun sistem tata lampu. Saat ini, runway sudah selesai 100 persen. Rencananya, AP I akan melakukan tes untuk garbarata untuk dimintakan sertifikasi serta beberapa pekerjaan lain.

"Untuk operasi minimum penerbangan internasional pada akhir April nanti sudah 97 persen, tinggal menyempurnakan yang kurang," katanya.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar