Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kulon Progo merangkak naik

id Pantuan harga,Harga kebutuhan pokok naik

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY memantau kebutuhan pokok di Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo. Hasil pantauan, ada 11 komoditas yang mengalami kenaikan dikisaran Rp1.000 hingga Rp2.000 per kg. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA) - Sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kenaikan harga dengan kisaran Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram karena permintaan tinggi, sementara stok stabil.

Kepala Bagian Pengelolaan Stabilitas Perekonomian Setda DIY Agnes Diyani Indriasari di Kulon Progo, Selasa, mengatakan, sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, yakni gula pasir putih dari Rp11 ribu menjadi Rp11.500 per kg, telur ayam broiler dari Rp22 ribu menjadi Rp23 ribu per kg, bawang merah kecil dari Rp32,5 ribu menjadi jadi Rp34 ribu per kg, bawang putih cincau yang semula Rp40 ribu naik menjadi Rp42 ribu per kg, daging sapi dari harga Rp110 ribu mejadi Rp115 ribu per kg.

Selanjutnya daging ayam potong Rp30 ribu menjadi Rp32 ribu per kg, daging ayam kampung Rp65 ribu naik menjadi Rp70 ribu per kg, tepung terigu curah Rp7,5 ribu menjadi Rp8 ribu per kg, cabai merah keriting Rp14 ribu menjadi Rp15 ribu per kg, cabai rawit hijau Rp13 ribu menjadi Rp15 ribu per kg, dan cabai rawit merah yang awalnya Rp14 ribu naik Rp2 ribu, sehingga saat ini harganya mencapai Rp16 ribu per kg.

"Faktor kenaikan berbagai macam melihat apakah dari distributor dan pedagang besarnya dari mana arah kenaikannya, terutama bawang putih meningkat dari Rp48 ribu sekarang menjadi Rp50 ribu per kilogram. Pedagang kecil tidak tahu kenaikannya dari mana," kata Agnes.

Agnes mengatakan dari seluruh komoditas, kenaikan harga bawang putih menjadi perhatian sebab harga komoditas tersebut terus mengalami kenaikan sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan untuk bawang putih kering, saat ini sudah mencapai Rp50.000/kg. Padahal pada pekan lalu masih berada di angka Rp45 ribu per kg.

"TPID DIY akan melakukan kordinasi mencari penyebab kenaikan dari berbagai sumber bukan hanya Pasar Wates. Stok sendiri masih aman, karena baru melakukan pemantauan harga dan masih berlanjut di pasar yang lain," katanya.

Namun demikian, ia memastikan kenaikan harga kebutuhan pokok di Kulon Progo dari hasil pemantuaan, tidak signifikan dan masih wajar.

"Saat ini, kenaikan harga kebutuhan masih wajar. Semoga menjelang ramadan awal Mei dan Lebaran Juni 2019 nanti tidak ada kenaikan," katanya,

Sementara itu, Staff BBPOM DIY Etty Rusmawati mengatakan pihaknya melakukan uji laboratorium terhadap 16 sampel produk pangan terutama yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti kerupuk, teri, ebi, bakso dan berbagai makanan basah dicek oleh jawatan tersebut. Hasilnya seluruh sampel dipastikan aman untuk dikonsumsi.

"Ternyata dari 16 sampel itu hasilnya bagus, tidak ada yang mengandung bahan berbahaya, semuanya memenuhi syarat," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar