Dolar melemah usai data pertumbuhan China lebih baik dari perkiraan

id kurs dolar,pertumbuhan ekonomi china,kurs

Karyawan menghitung mata uang dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

New York (ANTARA) - Kurs dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena data pertumbuhan ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan mendukung selera risiko dan sehari menjelang rilis data ekonomi yang diawasi ketat untuk zona euro.

Ekonomi China tumbuh pada kecepatan stabil 6,4 persen di kuartal pertama, bertentangan dengan ekspektasi untuk pelambatan lebih lanjut, karena produksi industri melonjak dan permintaan konsumen menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

"Sentimen risiko tampak telah membaik semalam didukung data China yang kuat," kata Kepala Strategi FX Scotiabank, Shaun Osborne, di Toronto.

Investor mengamati dengan cermat data ekonomi China dan Eropa untuk sinyal bahwa pertumbuhan global mulai pulih.

Rilis Indeks Pembelian Manager (PMI) untuk sektor manufaktur dan jasa di Eropa pada Kamis waktu setempat, akan memberikan indikasi kekuatan ekonomi Eropa selanjutnya.

Aliran masuk investasi ke Eropa telah membaik, yang dapat memberikan dorongan bagi euro terhadap greenback.

"Kami berada di ujung atas kisaran untuk dolar dan kami pikir tekanan musiman akan mulai sedikit lebih menekan dolar ke depan. Secara umum ini adalah tentang sepanjang tahun ini ketika dolar mulai melemah dari sudut pandang musiman," kata Osborne.

Dolar Australia melonjak karena data China sebelumnya mengembalikan keuntungan. Mata uang ini peka terhadap kekayaan ekonomi China, mitra dagang terbesar Australia.

Aussie melemah pada Selasa (16/4/2019) setelah bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) mengatakan bahwa pemotongan suku bunga akan "sesuai" jika inflasi tetap rendah dan tren pengangguran lebih tinggi.

Dolar Selandia Baru jatuh setelah data menunjukkan bahwa inflasi tahunan melambat pada kuartal pertama, yang meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Data lain padai Rabu (17/4/2019) menunjukkan bahwa defisit perdagangan AS turun ke level terendah delapan bulan pada Februari karena impor dari China anjlok, untuk sementara memberikan dorongan bagi agenda America First Presiden Donald Trump dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar