"Penta Da Silfa" diharapkan mampu tingkatkan kualitas perpustakaan sekolah

id Penta Da Silfa, perpustakaan

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko di sela peluncuran inovasi Penta Da Silfa untuk meningkatkan kualitas perpustakaan (Foto ANTARA/Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - “Penta Da Silfa”, sebuah inovasi baru yang diluncurkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta diharapkan meningkatkan Kualitas pengelolaan semua jenis perpustakaan di daerah itu, termasuk perpustakaan sekolah.
 
“Masih ada pekerjaan rumah besar yang harus segera dikerjakan dengan serius, yaitu meningkatkan pengelolaan semua jenis perpustakaan di Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, inovasi ini diharapkan menjadi salah satu solusi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah itu,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko di Yogyakarta, Kamis.

Inovasi Penta Da Silfa atau Pendampingan Pustakawan Kepada Instansi untuk Menjadikan Literasi sebagai Salah satu fasilitasnya akan diwujudkan dalam bentuk pendampingan oleh pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta.

Penta Da Silfa diluncurkan di Perpustakaan SMP Negeri 5 Yogyakarta, Kamis (18/4) yang sekaligus bertindak sebagai mitra utama dan dihadiri oleh perwakilan pengelola perpustakaan sekolah SD/MI, SMP/MTs yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Perpustakaan Sekolah Indonesia (Atpusi) Kota Yogyakarta dan perwakilan pengelola perputakaan khusus atau instansi.

“Pengelolaan perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus atau perpustakaan instansi yang baik akan semakin mendukung Yogyakarta sebagai kota pelajar atau kota pendidikan,” katanya.

Dengan pengelolaan yang berkualitas, Wahyu mengatakan, perpustakaan akan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat atau pelajar sebagai sumber belajar.

Kegiatan awal yang akan dilakukan Penta Da Silfa adalah melakukan pendataan tehradap 346 perpustakaan sekolah atau perpustakaan khusus dan instansi yang ada di Kota Yogyakarta.

Pustakawan kemudian membagi perpustakaan tersebut dalam tujuh daerah kerja dengan masing-masing berisi dua kecamatan. Setiap pustakawan akan melakukan pendampingan kepada 25 perpustakaan.

“Pendampingan yang akan dilakukan menyangkut aspek pengelolaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, layanan, dan aspek koleksi,” katanya.

Jika perpustakaan menunjukkan perkembangan yang baik pada pendampingan tahap awal, maka pendampingan akan dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu peningkatan minat baca dan otomasi perpustakaan. “Perpustakaan yang sudah dikelola dengan baik akan diajukan untuk memperoleh akreditasi serta mengikuti berbagai lomba,” katanya.

 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar