Pembagian kloter jamaah calon haji Sleman berdasarkan Kode Pos

id Calon haji

Kegiatan Ta'aruf jamaah calon haji Kabupaten Sleman tahun 2019 (Foto ANTARA/Humas Sleman)

Sleman (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam penyelenggaraan haji 2019 akan menerapkan sistem pembagian kelompok terbang (kloter) berdasarkan kode pos.

"Artinya para jamaah calon haji dikelompokkan berdasarkan kecamatan tempat mereka tinggal, itu untuk memudahkan," kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman Sa'ban Nuroni di Sleman, Sabtu.

Menurut dia, setiba di Mekkah nantinya para calon haji juga ditempatkan di lokasi yang strategis dan tidak jauh dari Masjidil Haram.

"Ibadah haji memerlukan fisik yang prima. Namun, karena biasanya para calon haji sudah berusia tua maka diperlukan kebijakan agar bisa memudahkan dan melancarkan ibadah haji," katanya.

Ia mengimbau, jamaah calon haji agar mampu mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Baik itu dari pengetahuan tentang ibadah haji maupun fisik, sebab tidak dipungkiri ibadah haji itu didominasi aktivitas fisik.

Sa'ban mengatakan, pada penyelenggaran haji 2019 ada tiga tahap pembayaran. Untuk pelunasan pembayaran tahap pertama telah selesai dilakukan pada Senin (15/4). Dari total 1.193 calon haji hampir semuanya telah melunasi.

Ia mengatakan, bagi calon haji yang tidak bisa melunasi pembayaran tahap pertama, maka pemberangkatannya akan digeser di tahun 2020, sehingga kursi yang tidak terisi diganti oleh calon haji lain.

"Kami memprioritaskan para lansia agar bisa berangkat tahun ini," katanya.

Sedangkan untuk mereka yang mendaftar haji pada 2019 maka harus menunggu hingga tahun 2042 untuk bisa berangkat.

"Memang harus sabar menunggu sekitar 23 tahun," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar