Harga bawang putih di Yogyakarta masih tinggi

id Bawang putih,Disperindag, Yogyakarta

Ilustrasi. Penjual bawang putih. (Foto Antara)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan harga bawang putih kating di daerah ini masih tinggi menjelang tibanya Ramadhan 2019.

"Ada peningkatan terutama komoditas bawang putih dengan harga sampai di atas Rp50.000 per kilogram," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, meningkatnya harga bawang putih kating di Yogyakarta telah berlangsung sejak awal April. Hal itu, disebabkan permintaan yang cukup besar sedangkan pasokan bawang putih di daerah ini masih minim.

"Rekomendasi impor bawang putih belum turun. Namun untuk persediaan hingga Ramadhan masih cukup," kata dia.

Berdasarkan data pemantauan rutin yang dilakukan Disperindag DIY pada 18 April 2019 di Pasar Beringharjo, Pasar Demangan, dan Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta, harga bawang putih kating mencapai Rp51.333 per kilogram (kg). Harga tersebut naik dari hari sebelumnya yang mencapai Rp47.667 per kg.

Menurut dia, harga itu telah jauh melampaui harga acuan yang telah ditetapkan Kementerian Perdagangan sebesar Rp32.000 per kilogram untuk Pulau Jawa.

Tingginya harga komoditas itu, lanjut dia, bukan disebabkan faktor cuaca karena hampir 100 persen pasokan bawang putih di DIY berasal dari impor. Meski didatangkan dari luar negeri, harganya tetap naik karena permintaan masyarakat juga meningkat.

Sedangkan untuk harga kebutuhan pokok lainnya, menurut dia, secara umum masih stabil. Seperti harga beras IR masih dijual Rp10.067 per kg, beras IR II Rp9.367 per kg, gula pasir Rp11.500 per kg, cabai merah keriting Rp14.667 per kg, cabai rawit merah Rp18.333 per kg, minyak goreng Rp9.167 per kg, dan telur ayam Rp22.833 per kg.

Untuk mengembalikan harga bawang putih agar sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah, menurut Yanto, Disperindag DIY telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan RI untuk menggelar operasi pasar (OP) bawang putih.

"Sampai sekarang operasi pasar belum kami lakukan karena masih menunggu keputusan dari pusat," kata dia.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar