Polisi selidiki dugaan penganiayaan wisatawan oleh oknum jasa foto

id polisi selidiki, dugaan penganiayaan, wisatawan, oleh fotografer menara

Polisi selidiki dugaan penganiayaan wisatawan oleh oknum jasa foto

Sejumlah jasa foto di Menara Kudus, Jawa Tengah, berupaya menawarkan jasanya kepada peziarah, Minggu (21/4). (Foto : Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Kudus menyelidiki dugaan penganiayaan wisatawan yang tengah berkunjung ke Menara Kudus, Jawa Tengah, oleh salah seorang oknum jasa foto objek wisata setempat, Minggu.

"Kami memang mendapatkan informasi adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum jasa foto di Menara Kudus terhadap salah seorang wisatawan hari Minggu," kata Kapolsek Kota Kudus AKP Khoirun Naim di Kudus, Minggu.

Untuk memastikannya, kata dia, pihaknya masih melakukan pengumpulan data dan informasi di lapangan, karena sepanjang belum ada laporan tentunya tidak bisa diproses secara hukum.

Apalagi, lanjut dia, jika tidak ada saksi atau korbannya yang bisa memberikan keterangan soal kejadian tersebut apakah benar ada dugaan penganiayaan terhadap peziarah atau seperti apa.

Kalaupun nantinya tidak bisa diungkap, maka Polsek Kota Kudus akan memberikan pembinaan terhadap penyedia jasa foto di objek wisata Menara Kudus agar kasus serupa tidak terulang karena kabar tersebut sudah beredar di media sosial.

Haris, salah seorang penyedia jasa foto di Menara Kudus mengakui sempat ikut melerai percekcokan antara temannya dengan wisatawan.

"Kalaupun dikabarkan di media sosial temannya melakukan pemukulan, jelas tidak benar karena saya juga ikut melerai. Kami juga tidak mungkin memaksa peziarah agar bersedia difoto," ujarnya.

Kejadiannya, kata dia, pada Minggu (21/4) setelah dhuhur atau pukul 12.00 WIB lebih.

Ia menduga ada salah paham ketika menawarkan jasa foto ditanggapi lain oleh peziarah sehingga berujung keributan hingga dikabarkan melakukan penganiayaan.

"Kalaupun ada yang memukul memang benar, tetapi tidak mengetahui siapa yang melakukan karena kondisinya ramai dan banyak dari orang luar ikut-ikutan," ujarnya.

Bahkan, kata dia, temannya yang juga berupaya melerai justru kena pukul karena dikira pelakunya.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Sri Wahjuningsih mengakui belum mendapatkan informasi soal adanya dugaan penganiayaan terhadap wisatawan.

"Kami tentunya akan segera meresponsnya karena wajah Kota Kudus dengan sejumlah objek wisatanya tetap harus baik untuk media promosi ke luar," ujarnya.

Dalam waktu dekat, kata dia, akan berkoordinasi dengan pihak Yayasan Menara Kudus terkait hal itu meskipun selama ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus dengan pihak pengelola Menara Kudus belum terjalin komunikasi.

Sementara itu, Kabid PKL pada Dinas Perdagangan Kudus Sofyan Duhri mengakui jasa foto di Menara Kudus memang tidak masuk dalam pembinaan karena mereka bukan PKL.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Muhammad Nadjib Hassan ketika dihubungi lewat telepon genggam untuk dimintai keterangannya terkait kasus dugaan penganiayaan di depan Menara Kudus belum ada jawaban.

Kasus dugaan penganiayaan yang dialami salah seorang peziarah Menara Kudus yang menolak menggunakan jasa foto di Menara Kudus karena merasa sudah berfoto ria dengan kamera telepon genggam, saat ini diunggah di media sosial facebook dan disesalkan karena bisa mencoreng nama baik Kota Kudus. 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar